JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali melakukan penataan jajaran manajemen. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, terdapat sejumlah perubahan penting pada jajaran direksi dan dewan komisaris Garuda Indonesia dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (6/11/2026).
Thomas Sugiarto Oentoro tetap dipercaya sebagai Direktur Utama. Sementara itu, Hadiyan Sumintaatmadja tercantum sebagai Wakil Direktur Utama, posisi yang sebelumnya belum tercantum dalam susunan hasil RUPSLB 8 Oktober 2026.
Perubahan juga terlihat pada posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang kini tercantum atas nama Sophia I Wattimena, menggantikan Balagopal Kunduvara.
Berikut susunan direksi yang diperoleh redaksi:
Dewan Direksi
Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Wakil Direktur Utama: Hadiyan Sumintaatmadja
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Sophia I Wattimena
Direktur Operasi: Eric Ferdinand Sofyal
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Komersial: Alan McIntyre
Direktur Human Capital & Corporate Service: Dina Sandri Fani
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Glenny H. Kairupan
Komisaris: Sugito Anjasmoro
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris Independen: Jaan Albrecht
Komisaris Independen: António José Vasconcelos Franco Gomes de Menezes
Salah satu perubahan lainnya adalah masuknya António José Vasconcelos Franco Gomes de Menezes sebagai Komisaris Independen. Namanya menggantikan Trey Urbahn yang sebelumnya tercantum dalam susunan komisaris hasil RUPSLB Oktober.
Penataan manajemen ini berlangsung di tengah upaya Garuda Indonesia mempercepat restrukturisasi dan pemulihan kinerja perusahaan.
Sebelumnya, dalam RUPSLB 8 Oktober 2026, Garuda telah menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairupan. Glenny kemudian menempati posisi Komisaris Utama.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi dari manajemen Garuda Indonesia maupun Danantara terkait susunan pengurus tersebut. Konfirmasi masih diupayakan untuk memastikan kebenaran informasi dan perubahan komposisi direksi serta komisaris tersebut.
















