• Latest
  • Trending
China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$ 453,4 Miliar

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

IRT Pinjam Rp5 Juta Bayar Rp200 Juta

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Kawasan  Candi Borobudur Jadi Percontohan BLK Komunitas

Stupa Candi Borobudur Masih Dipugar

Kereta Api Ganti Logo dan Visi

Ketua Serikat Pekerja Jadi Komisaris KAI

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

Gibran Di-bully di Medsos,  Jangan Apatis

MDIS Tegaskan Gibran Mahasiswa Penuh Waktu, Tempuh Pendidikan hingga S1

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Naik Lagi Setelah Sempat Melemah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$ 453,4 Miliar

by Muhammad Fadhil
Agustus 18, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Uang Dolar. Foto: Antara

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai US$ 453,4 miliar. Angka tersebut tumbuh 4,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan ULN Indonesia masih terjaga. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi ULN swasta yang semakin moderat.

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah,” kata Ramdan dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

BacaJuga

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

BI memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang berada di level 30,6% pada triwulan II 2026. Selain itu, mayoritas ULN merupakan utang jangka panjang dengan porsi mencapai 82,1% dari total ULN.

Pemerintah dan BI terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN. Pengelolaan utang diarahkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.

ULN Pemerintah Capai US$ 216,3 Miliar

Ramdan menyebut ULN publik masih terjaga. Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2026 tercatat US$ 216,3 miliar atau tumbuh 2,9% yoy. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 3,8% yoy.

Pertumbuhan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Menurut BI, kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia masih terjaga.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga kredibilitas dengan memenuhi pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu. Pengelolaan ULN dilakukan secara pruden, terukur, dan fleksibel agar pembiayaan APBN dapat berlangsung secara efisien dan optimal.

Pemanfaatan ULN pemerintah diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pengelolaan utang.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah antara lain digunakan untuk:

* Jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0%;
* Administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,6%;
* Jasa pendidikan sebesar 16,2%;
* Konstruksi sebesar 11,5%; serta
* Transportasi dan pergudangan sebesar 8,5%.

BI menilai posisi ULN pemerintah masih relatif aman dan terkendali karena hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang.

Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama dipengaruhi naiknya kepemilikan nonresiden terhadap instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kondisi tersebut sejalan dengan operasi moneter pro-market serta upaya BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya kembali ketidakpastian global.

ULN Swasta Masih Kontraksi

Di sisi lain, ULN swasta masih mengalami kontraksi. Posisi ULN swasta pada triwulan II 2026 tercatat US$ 194,6 miliar atau turun 0,6% yoy.

Meski masih terkontraksi, penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 1,3% yoy.

Kontraksi terutama terjadi pada ULN lembaga keuangan atau financial corporations yang tercatat minus 3,4% yoy. Angka tersebut membaik dibandingkan kontraksi 6,3% yoy pada triwulan sebelumnya.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terutama berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang 79,4% dari total ULN swasta.

Seperti ULN pemerintah, utang swasta juga masih didominasi utang jangka panjang. Porsinya mencapai 75,7% dari total ULN swasta.

BI menegaskan akan terus memantau perkembangan ULN bersama pemerintah guna memastikan utang tetap dikelola secara hati-hati dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan tanpa mengganggu stabilitas ekonomi nasional. []

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PT Bukit Asam Tbk Tambah Utang Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

PT Bukit Asam Tbk Tambah Utang Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

  ASPEK.ID, JAKARTA  - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapatkan fasilitas pembiayaan Rp6 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)...

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Pengamat Puji Prabowo Bisa Lunasi Utang BLBI dalam Waktu Dua Tahun

  ASPEK.ID, JAKARTA:  Apresiasi tinggi layak diberikan kepada Pemerintahan Prabowo Subianto, karena bisa melunasi seluruh sisa utang obligasi Bantuan Likuiditas...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Negara Pemberi Utang Terbanyak ke RI

    ASPEK.iD, JAKARTA  - Utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai 454,8 miliar dollar AS pada Juli 2026. Jika dikonversikan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In