• Latest
  • Trending
Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Utang Indonesia Rp10.326,93 triliun Utang Instrumen Menutup Defisit APBN

Cabai Rawit Penyebab Utama Inflasi pada Juli

BI: Banjir di Aceh Masih Berpengaruh pada Harga Pangan Meroket

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Diputar Saat Mau Pidato, Bahlil Tepok Jidat

Dituduh Sadap Prabowo, Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum

Mayor Teddy Lapor LHKPN Rp 15,38 Miliar

Seskab Letkol Teddy Diperiksa Polisi Militer itu Hoaks

Ketua Dewan Pakar Golkar Tegaskan Pengunduran Airlangga Bukan Karena Tekanan Internal

Golkar Bantah Ada Munaslub

Jokowi Sudah Pamer Ijazah di Pengadilan: Akhiri Polemik dan Hormati Proses Hukum

Respons UGM Perihal Jokowi Pamer Ijazah di Pengadilan

Kemendagri:  Kota Besar di Dunia Berlomba  Terapkan TI

Danantara Akan Bangun 12 Daerah Jadi Smart City

Dirut KAI Bantah KPK Sita Rp 2 Miliar

Dirut KAI Bantah KPK Sita Rp 2 Miliar

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Garuda Indonesia Kembali Punya Wadirut, Hadiyan Masuk Formasi Baru

Wamen Nezar: Pemerintah Siapkan Regulasi AI yang Lebih Solid

Wamenkomdigi Nezar Patria: 508 Kabupaten/Kota Tak Perlu Bangun Sistem AI Sendiri

Pemerintah Kaji Angkat PPPK Damkar hingga Satpol PP Jadi PNS

Pemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi ASN Mulai 2027

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: Utang Paylater Warga di Bank Rp31,5 Triliun

Bulog Raih 4 Penghargaan BUMN Marketeers Award 2020

Bulog & ID FOOD Borong Telur Ayam Senilai Rp30 Miliar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Utang Indonesia Rp10.326,93 triliun Utang Instrumen Menutup Defisit APBN

by Aspek
November 7, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Polda Metro Jaya membongkar pembuatan uang palsu Rp 36 miliar di Tangerang Selatan. (Mulia Budi/detikcom)

ASPEK.ID, JAKARTA – Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.326,93 triliun hingga akhir September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), meskipun porsi pinjaman pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Bedasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dikutip Jumat (6/11/2026), posisi utang pemerintah tersebut setara dengan 40,30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang mencapai 41,26% terhadap PDB.

BacaJuga

BI: Banjir di Aceh Masih Berpengaruh pada Harga Pangan Meroket

Dituduh Sadap Prabowo, Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum

Seskab Letkol Teddy Diperiksa Polisi Militer itu Hoaks

Golkar Bantah Ada Munaslub

Respons UGM Perihal Jokowi Pamer Ijazah di Pengadilan

Danantara Akan Bangun 12 Daerah Jadi Smart City

Secara nominal, utang pemerintah mengalami kenaikan Rp33,24 triliun dalam tiga bulan. Pada akhir kuartal II-2026, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp10.293,69 triliun.

Jika dilihat berdasarkan instrumennya, SBN masih menjadi sumber utama pembiayaan utang pemerintah. Nilainya mencapai Rp8.962,40 triliun atau setara 86,79% dari keseluruhan utang pemerintah per 30 September 2026.

Dikutip dari Warta Ekonomi, utang dalam bentuk pinjaman tercatat sebesar Rp1.364,53 triliun atau mengambil porsi 13,21%. Posisi tersebut meningkat dibandingkan akhir Juni 2026 yang sebesar Rp1.326,90 triliun. Dengan demikian, terjadi kenaikan pinjaman sebesar Rp37,63 triliun dalam periode tiga bulan.

Sebaliknya, posisi utang melalui penerbitan SBN tercatat sedikit menurun dari Rp8.966,79 triliun pada akhir kuartal II-2026 menjadi Rp8.962,40 triliun pada akhir September 2026. Kondisi ini membuat porsi pinjaman dalam struktur utang pemerintah menjadi lebih besar dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

DJPPR menjelaskan, bahwa pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mendapatkan struktur portofolio yang optimal sekaligus mendukung perkembangan pasar keuangan domestik.

Dalam edukasi publiknya, DJPPR menerangkan bahwa utang merupakan salah satu instrumen pembiayaan untuk menutup defisit APBN ketika belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara.

 

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: Utang Paylater Warga di Bank Rp31,5 Triliun

ASPEK.ID JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit buy now pay later (BNPL)/paylater perbankan mencapai Rp31,50 triliun hingga September...

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

  ASPEK.ID, JAKARTA - Berdasarkan data Bank Dunia dalam International Debt Statistics yang dikutip dari Visual Capitalist , Pakistan menjadi...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

10 Negara Terbanyak terjerat Utang IMF 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Beberapa negara memiliki utang IMF mencapai puluhan miliar dollar AS. Besaran utang tersebut tidak satu kali...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In