ASPEK.ID, JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyiapkan bus dan hotel kepada penumpang yang terdampak gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari Service Recovery Activation (SRA) yang dijalankan menyusul penutupan sementara bandara akibat indikasi sebaran abu vulkanik.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan perusahaan telah mengaktifkan prosedur penanganan penumpang terdampak melalui SRA di Bandara Soekarno-Hatta.
Melalui layanan tersebut, InJourney Airports menyiapkan bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel. Pengantaran dilakukan melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan.
InJourney Airports menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak. Sejumlah area khusus di terminal turut disiapkan untuk memberikan layanan kepada penumpang selama gangguan penerbangan.
Layanan SRA juga akan diterapkan di bandara-bandara lain yang terkena dampak efek berantai dari status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penumpang terdampak tetap mendapatkan penanganan selama gangguan penerbangan.
Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30-05.30 WIB berdasarkan NOTAM A3341/26. Penutupan dilakukan setelah hasil paper test menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
Sebanyak 33 penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut. Pada rute internasional terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penjadwalan kembali, sedangkan rute domestik mencatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan ke bandara lain
















