• Latest
  • Trending
Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

6 Bandara Masih Ditutup hingga 08.59 WIB, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

6 Bandara Masih Ditutup hingga 08.59 WIB, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

by Aspek
September 7, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Sejumlah maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (23/4/2020). [Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA  – Enam bandar udara masih berstatus closed hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia.

BacaJuga

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

 

AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait status operasional sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik yang berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah meluas ke wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

 

Berdasarkan NOTAM terbaru, enam bandar udara masih berstatus closed dengan estimasi penutupan hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB. Keenam bandara tersebut yakni:

  1. Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.20 WIB.
  2. Bandar Udara Halim Perdanakusuma (HLP), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.26 WIB.
  3. Bandar Udara Radin Inten II, Lampung (TKG), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.23 WIB.
  4. Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung (BDO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.31 WIB.
  5. Bandar Udara Budiarto, Curug (RTO), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.29 WIB.
  6. Bandar Udara Pondok Cabe (PCB), ditutup sejak 6 September 2026 pukul 23.36 WIB.

Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan akibat kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara.

 

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan diperbarui sesuai dengan kondisi aktual dan perkembangan informasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bandara Arab Dihantam Rudal, Penerbangan Terhenti

Bandara Arab Dihantam Rudal, Penerbangan Terhenti

  ASPEK.ID, ARAB - Houthi menembak rudal yang menghantam bandara internasional Riyadh pada Minggu waktu setempat. Ledakan terdengar di bandara,...

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

3.450 Jamaah Umrah Tertunda ke Baitullah

  ASPEK.ID, JAKARTA- Erupsi gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, termasuk penerbangan yang membawa...

Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta erupsi Anak Krakatau menimbulkan gangguan berlapis terhadap aktivitas ekonomi Indonesia....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In