• Latest
  • Trending
Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Buronan Penyelundup HP Ilegal Rp 253 M Ditangkap di Bandara Soetta

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Prabowo Tugaskan Menteri UMKM Kawal Ojol

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

Di Halmahera Tengah, Prabowo Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik

UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

by Aspek
September 8, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Asap mengepul di langit Teheran pada Sabtu (28/2) waktu setempat (AFP/ATTA KENARE)

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta erupsi Anak Krakatau menimbulkan gangguan berlapis terhadap aktivitas ekonomi Indonesia.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026 memiliki potensi kerugian ekonomi dan kesehatan sebesar Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun. Angka tersebut merupakan proyeksi risiko, bukan kerugian riil yang telah terkonfirmasi.

BacaJuga

Rosan: 75 Persen Investasi Hilirisasi di Luar Jawa

Prabowo Belum Kirim Supres Pergantian Panglima TNI

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

Istana: Ijazah Gibran Bukan Tidak Ada, Belum Ditemukan

IMF: 3 Tantangan Utama Ekonomi Global

Emas Antam Kembali Turun, Ini Daftar Harganya Hari Ini

Estimasi CELIOS juga hanya memperhitungkan dampak karhutla dan belum memasukkan potensi kerugian akibat gangguan vulkanik Anak Krakatau. Dampak karhutla terhadap aktivitas masyarakat juga terlihat di Kalimantan Tengah.

Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group Sana Ur Rehman mengatakan gangguan tersebut menunjukkan bagaimana kejadian fisik di luar sektor keuangan dapat dengan cepat memengaruhi aktivitas ekonomi.

“Penutupan tujuh bandara di hari Senin pagi yang memengaruhi lebih dari 270.000 penumpang menunjukkan betapa cepatnya peristiwa fisik melumpuhkan aktivitas ekonomi normal. Di saat bersamaan, CELIOS menempatkan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla tahun ini hingga mencapai Rp 123,1 triliun. Pertanyaan terbesarnya bagi Indonesia adalah bagaimana disrupsi yang berulang ini memengaruhi jadwal pengiriman, perencanaan ekspor, dan kredibilitas harga” katanya seperti dikutip dari pernyataan EBC Financial Group, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, gangguan yang berulang dapat memengaruhi jadwal pengiriman, perencanaan ekspor, dan kredibilitas harga komoditas. Kabut asap karhutla menekan aktivitas ekonomi melalui berkurangnya mobilitas masyarakat, perubahan rutinitas sekolah dan gangguan perjalanan kerja.

 

Komentar
Share15Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

5 Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi

ASPEK.ID, JAKARTA -Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ada lima provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi. Oleh karena itu, berbagai upaya mitigasi...

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Kepala BNPB Minta Maaf Sebut Aktivitas di Kalimantan Normal saat Karhutla

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Kepala BNPB Suharyanto mengklarifikasi pernyataannya mengenai aktivitas normal masyarakat yang terimbas Karhutla di Kalimantan saat...

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Imbas Karhutla

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin usaha 26 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In