ASPEK.ID – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengecam keras kelompok Houthi di Yaman menyusul dugaan serangan drone yang diarahkan ke Kota Suci Mekkah. Raja Salman menyebut Houthi sebagai “milisi teroris” yang disebut telah berulang kali menargetkan Tanah Suci.
Dilansir Al Jazeera, Rabu (23/9/2026), pernyataan tersebut disampaikan Raja Salman saat memimpin rapat kabinet Arab Saudi pada Selasa (22/9). Pernyataan itu kemudian dipublikasikan oleh kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA).
Dalam rapat kabinet, Raja Salman menyebut dugaan serangan ke Mekkah sebagai “kejahatan keji” dan tindakan yang dianggap memprovokasi umat Islam di seluruh dunia.
Pekan lalu, pemerintah Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat sebuah drone yang diluncurkan kelompok Houthi dan disebut mengarah ke Mekkah. Namun, Houthi membantah tuduhan tersebut.
Pemimpin Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut klaim Arab Saudi sebagai “kebohongan keji” dan menegaskan kelompoknya tidak menargetkan Mekkah.
Menyusul insiden itu, Arab Saudi mengaktifkan status siaga keamanan di Mekkah. Langkah tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan dalam hampir satu dekade terakhir di kota yang menjadi lokasi Ka’bah, situs paling suci bagi umat Islam.
Raja Salman juga menyampaikan apresiasi kepada militer dan aparat keamanan Arab Saudi atas respons mereka dalam menghadapi ancaman tersebut. Ia memuji pasukan keamanan karena dinilai berhasil melindungi Tanah Suci, para jemaah, warga negara, serta seluruh penduduk Kerajaan dari berbagai bentuk agresi. []












