• Latest
  • Trending
AMDAL Masela Terbit, SKK Migas Siapkan Groundbreaking Proyek Gas Terbesar RI

Pakar: Gas Andaman Dapat Dialirkan ke Daratan Aceh

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

6 Perusahaan Ini Antre Masuk Bursa, Dua Punya Aset Jumbo di Atas Rp 250 M

Doni Monardo Turunkan Tim Kawal Kasus Purnawirawan Dibunuh

Misteri Hilangnya Presenter TVRI di Papua Barat Akhirnya Terungkap

Persiraja Pecat Jaya Hartono Usai Kalah 3 Laga Beruntun

Persiraja Pecat Jaya Hartono Usai Kalah 3 Laga Beruntun

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

Agrinas Umumkan Penempatan Manajer KDKMP, Peserta Cek di Sini

Prabowo: “Rahmat Selamat ya. Saya Bangga Dengan Kau”

Prabowo: “Rahmat Selamat ya. Saya Bangga Dengan Kau”

Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Mau Pidato di Sidang Umum PBB

Di Sidang PBB, Pidato Menlu Sugiono Bawa Pesan Prabowo

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

Buruh  & Pengusaha Ungkap Penyebab PHK 53.000 Pekerja

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Kemenkeu Ubah Aturan, BI Tak Lagi Jadi Tempat Penempatan Uang Negara

GELOMBANG ELEKTORAL JOKOWI: 2029 SAATNYA BERGESER KE PSI

Jokowi Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina PSI pada 16 November 2026

27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Sumut, Terbanyak Anak-anak dan Lansia

27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Sumut, Terbanyak Anak-anak dan Lansia

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan Buntut Temuan ‘Penjara’ Mewah

Brasil Gagal Menang Lawan Australia, Ancelotti Salahkan Rumput

Brasil Gagal Menang Lawan Australia, Ancelotti Salahkan Rumput

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, September 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar: Gas Andaman Dapat Dialirkan ke Daratan Aceh

by Aspek
September 27, 2026
in BERITA TERBARU, ENERGI
AMDAL Masela Terbit, SKK Migas Siapkan Groundbreaking Proyek Gas Terbesar RI

Blok Masela. Foto: Dok. Reuters

ASPEK.ID, JAKARTA – Temuan gas Tangkulo di South Andaman dapat dialirkan ke daratan Aceh setelah diproses melalui fasilitas offshore atau lepas pantai. Gas tersebut tidak perlu semuanya dialirkan ke Pulau Jawa agar industri dan ekonomi di Aceh bisa hidup.

“Gas Tangkulo diproses di fasilitas offshore, kemudian dialirkan ke daratan Aceh melalui pipa bawah laut, untuk mendukung industri, pembangkit listrik, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata ahli ekonomi energi dari Universitas Pertamina, Rinto A Pudyantoro, dikutip dari Antara, Minggu (27/9/2026).

Rinto mengatakan, pengembangan lapangan gas Tangkulo, South Andaman telah mendapatkan persetujuan pemerintah dalam bentuk rencana pengembangan atau plan of development (PoD).

BacaJuga

6 Perusahaan Ini Antre Masuk Bursa, Dua Punya Aset Jumbo di Atas Rp 250 M

Misteri Hilangnya Presenter TVRI di Papua Barat Akhirnya Terungkap

Persiraja Pecat Jaya Hartono Usai Kalah 3 Laga Beruntun

Agrinas Umumkan Penempatan Manajer KDKMP, Peserta Cek di Sini

Prabowo: “Rahmat Selamat ya. Saya Bangga Dengan Kau”

Di Sidang PBB, Pidato Menlu Sugiono Bawa Pesan Prabowo

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari riset berbagai sumber, termasuk kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas, pakar, dan praktisi migas, gas tersebut akan diproses di fasilitas offshore, kemudian dialirkan ke daratan Aceh melalui pipa bawah laut.

Gas selanjutnya dialirkan ke onshore receiving facility (ORF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, untuk mendukung industri, pembangkit listrik, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Rinto memaparkan, pengembangan cadangan sebesar 2 TCF (trillion cubic feet) di Tangkulo dapat dialirkan ke KEK Arun melalui skema operasi subsea wells atau sumur bawah laut. Gas alam dari reservoir kemudian dialirkan ke fasilitas floating production storage and offloading (FPSO) pada kedalaman laut 1.200 meter.

FPSO, kata Rinto, memproses gas alam menjadi sales gas dan kondensat sesuai spesifikasi. Selanjutnya, gas export pipeline menyalurkan seluruh sales gas dari offshore ke daratan Aceh melalui pipa bawah laut sepanjang 85 kilometer.

Setelah itu, onshore receiving facilities (ORF) di KEK Arun menerima gas dari offshore untuk pengukuran, pengaturan tekanan, dan penyaluran ke jaringan distribusi.

“​Pemanfaatan di daratan Aceh, gas disalurkan ke industri, pembangkit listrik, hilirisasi, dan sebagainya,” ujar mantan kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas itu.

Rinto menuturkan, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan gas Andaman sehingga diperlukan sejumlah langkah agar proses pengembangan berjalan baik.

Pertama, tantangan pengembangan deepwater. Tangkulo merupakan lapangan gas deepwater yang membutuhkan teknologi kompleks, investasi besar, serta menghadapi risiko tinggi. Pengembangannya oleh Mubadala Energy mendukung ketahanan energi Indonesia.

Kedua, tantangan terkait kepastian pasar dan keekonomian. Investasi deepwater membutuhkan kepastian pasar dan harga gas yang mendukung keekonomian proyek. Skema harga yang tepat menjadi kunci keberlanjutan investasi dan pengembangan gas laut dalam.

Ketiga, tantangan proses panjang menuju produksi. Pengembangan deepwater membutuhkan waktu panjang sejak penemuan hingga produksi melalui tahapan eksplorasi, studi teknis dan ekonomi, kepastian pasar, pengeboran, serta pembangunan fasilitas dan infrastruktur.

Rinto menilai, gas South Andaman membuka peluang hilirisasi dan dampak ikutan bagi perekonomian Aceh. Namun, kesiapan industri dan infrastruktur untuk menyerap pasokan gas menjadi tantangan berikutnya.

“Jika rencana ini dapat berjalan baik, Tangkulo menjadi langkah awal pengembangan potensi gas Andaman, sekaligus membuka peluang investasi, industri, dan pertumbuhan ekonomi Aceh di masa depan,” pungkas Rinto Pudyantoro.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Harga LPG Non Subsidi Naik Mulai 18 April 2026, Ini Rinciannya

Pertamina Patra Niaga Lestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga melestarikan warisan kuliner nusantara lewat ajang kompetisi memasak Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026....

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta – Indonesia membangun Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di kawasan Karimun, Kepulauan Riau yang diklaim...

RI-UEA Umumkan Temukan Gas di South Andaman Terbesar di Dunia

RI-UEA Umumkan Temukan Gas di South Andaman Terbesar di Dunia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Mubadala Energy, perusahaan energi internasional yang...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In