ASPEK.ID, JAKARTA – Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan,
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia membantah ada rencana penggabungan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Dony menyebutkan Pelni dan Pelindo memiliki model bisnis yang berbeda sehingga tidak memungkinkan untuk digabungkan.
“Ya pasti nggak di-merger, karena memang itu dua bisnis yang berbeda,” kata Dony di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dony menegaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan bahwa perusahaan di sektor maritim itu akan digabungkan.
“Saya nggak pernah sampaikan Pelni dan Pelindo akan merger. Itu dua hal yang berbeda. Satu adalah port, satu lagi adalah transportasi kan?” tegasnya.
Wacana penggabungan tiga BUMN sektor transportasi laut tersebut sebelumnya telah digulirkan sejak 2024, saat Kementerian BUMN dipimpin Erick Thohir.
Saat itu, Erick menyampaikan rencana penggabungan Pelni dan ASDP ke dalam Pelindo untuk membentuk kekuatan besar di sektor maritim.
“Kita rencana Pelindo ini pun, kita akan menggabungkan Pelni dan ASDP menjadi suatu kekuatan besar di laut,” kata Erick pada 4 November 2024.
















