Surabaya — Aliansi Serikat MEPS yang terdiri dari Serikat Pekerja PT Lamong Energi Indonesia (SP LEGI), Serikat Pekerja Pelindo Marine Service (SP PMS), Serikat Pekerja PT Berkah Industri Mesin Angkat (SP BIMA), Serikat Pekerja PT Pelindo Energi Logistik (SP PEL), serta Serikat Pekerja PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (SP APBS), melakukan diskusi bersama manajemen PT Pelindo (Persero).
Pertemuan tersebut membahas program transformasi, penataan peta peran, serta streamlining Pelindo Group sebagai bagian dari upaya penataan dan penguatan struktur serta peran entitas di lingkungan Pelindo Group.
Dalam diskusi tersebut, Aliansi Serikat MEPS menyampaikan sejumlah pandangan dan aspirasi pekerja terkait dampak transformasi terhadap organisasi, proses bisnis, serta keberlangsungan hubungan industrial di lingkungan Pelindo Group.
Aliansi Serikat MEPS memandang bahwa proses transformasi dan penataan organisasi perlu dilakukan secara terukur, serta memperhatikan kepentingan dan kepastian bagi pekerja.
Selain itu, komunikasi antara manajemen dan serikat pekerja dinilai penting untuk memastikan setiap perubahan organisasi dapat dipahami secara transparan oleh seluruh pihak yang terdampak. Dialog yang konstruktif diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyelaraskan kebutuhan transformasi perusahaan dengan aspek ketenagakerjaan.
Aliansi Serikat MEPS menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan hubungan industrial yang konstruktif dengan manajemen Pelindo. Serikat pekerja juga berharap setiap tahapan transformasi Pelindo Group dapat dilaksanakan dengan prinsip transparansi, kepastian, serta memperhatikan keberlangsungan dan kesejahteraan pekerja.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan pemahaman antara manajemen dan serikat pekerja dalam menghadapi dinamika transformasi Pelindo Group ke depan.
















