ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan ada tiga negara lagi yang jadi sasaran ekspor beras dari Indonesia setelah Malaysia. Namun, volume rencana ekspor beras tersebut belum disepakati.
Indonesia sudah mengirim sekitar 1.000 ton beras ke Malaysia dari total kontrak 500 ribu ton. Ini jadi tonggak baru setelah Indonesia berhasil mencatatkan swasembada pangan, khususnya beras. Amran bilang ada tiga negara lagi yang potensial.
“Kita masih jajaki ada dua negara, ada dua-tiga negara. Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste, negara tetangga kita,” kata Amran di Jakarta, dikutip Jumat (9/10/2026).
Meski telah melakukan penjajakan, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini belum mencapai kesepakatan volume pengiriman beras dari Indonesia.
“Belum. Belum ada kepastian,” singkatnya.
Soal ekspor ini juga sempat jadi perhatian Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Capaian ekspor bahkan disebut jadi tonggak sejarah dalam 42 tahun terakhir.
“Sudah diputuskan ada kontrak 500 ribu ton Indonesia ekspor ke Malaysia, negara jiran, negeri jiran, tetangga, 500 ribu ton. Ya menguntungkan kontraknya, dan Indonesia menjadi penghasil ekspor lagi setelah 42 tahun,” ungkap Hashim.
Ekspor ke Malaysia
Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah mencapai swasembada pangan. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah melakukan pengiriman perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar Sarawak.
Amran mengatakan, ekspor beras tersebut menjadi momentum penting karena produksi nasional kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang memasok pasar internasional.
“Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.















