ASPEK.ID, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membangun Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan dana pribadi dan kini mencapai 98 persen.
Masjid yang memiliki kapasitas sekitar 20.000 jemaah itu ditargetkan dapat digunakan masyarakat paling lambat pada 2027.
Humas PT Tiran Grup sekaligus Direktur AAS Foundation, Rezki Mulyadi, mengatakan pembangunan masjid kini memasuki tahap akhir setelah pemasangan kubah rampung.
“Progres fisik sudah 98 persen dan kubah sudah tertutup sepenuhnya. Saat ini tim fokus pada pekerjaan finishing, baik interior maupun eksterior, agar masjid segera siap digunakan,” kata Rezki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Rezki menjelaskan pengelola terus mempercepat pekerjaan agar masjid dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan keagamaan.
“Kami berupaya maksimal agar umat bisa segera beribadah di masjid ini. Target kami, paling lambat tahun 2027 masjid sudah dapat difungsikan,” ujarnya.
Masjid Hajjah Andi Nurhadi mulai dibangun pada Oktober 2023. Menurut pengelola, nilai pembangunan masjid tersebut mencapai sekitar Rp 1 triliun. Rezki menegaskan seluruh pembiayaan pembangunan berasal dari dana pribadi Amran Sulaiman dan tidak menggunakan dana sponsor.
“Ini murni wakaf pribadi Bapak Amran untuk umat. Tidak ada satu rupiah pun dana sponsor di dalamnya,” kata Rezki.
Nama Hajjah Andi Nurhadi diambil dari nama ibu Amran Sulaiman.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid dilakukan pada 9 Oktober 2023 dan dihadiri Wakil Presiden RI periode 2019-2024 Ma’ruf Amin.
Masjid tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keumatan dan pengembangan peradaban Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Bapak Amran ingin masjid ini hidup dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan sekadar bangunan megah,” ujar Rezki.
Menurut dia, pembangunan masjid tersebut merupakan bagian dari kegiatan filantropi Amran melalui AAS Foundation.
Yayasan tersebut didirikan setelah Amran menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Menteri Pertanian pada 2019 dan kemudian menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.
Rezki mengatakan sebagian hasil usaha Amran kemudian dialokasikan untuk pembangunan masjid tersebut.
“Sebagian dari hasil itulah yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid ini,” katanya.
















