• Latest
  • Trending
Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Menkeu Suahasil; Pertumbuhan Global Melambat, Ekonomi Geopolitik Masih Memanas

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Dirut Garuda Diganti Momentum Pembenahan Manajemen, Masih Rugi Rp2,03 T

Dukung MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Marine Perkuat Konektivitas Maritim Lombok

Dukung MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Marine Perkuat Konektivitas Maritim Lombok

Tim Gabungan Gerebek Dua Sarang Narkoba di Jakbar, 24 Orang Diamankan

Tim Gabungan Gerebek Dua Sarang Narkoba di Jakbar, 24 Orang Diamankan

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Program MBG Sudah Habiskan Anggaran Rp 153,2 Triliun

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Djaka Budhi: Cukai Minuman Manis Ditargetkan Berlaku 2027

KPK Beri Sinyal Periksa Konglomerat  Haji Isam

Haji Isam Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan Resources

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras Petani, Lampaui Target 2026

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Konsumsi Avtur di Jawa Tengah Alami Kenaikan

Jelang MotoGP Mandalika, Konsumsi Avtur di Lombok Naik 48%

Persib Bandung Hajar Klub Thailand 3-1, Igor Tolic Ungkap Rahasia di Balik Kemenangan

Persib Bandung Hajar Klub Thailand 3-1, Igor Tolic Ungkap Rahasia di Balik Kemenangan

2 Kapal Pertamina Evakuasi 17 Kru MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

2 Kapal Pertamina Evakuasi 17 Kru MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Mulai Menguat, 1 Gram Kini Rp 2,572 Juta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Menkeu Suahasil; Pertumbuhan Global Melambat, Ekonomi Geopolitik Masih Memanas

by Aspek
Oktober 9, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Perang Timur Tengah Meluas, Milisi Pro-Iran Gempur Israel dan Pangkalan AS

Para pejuang Kurdi Iran dari Partai Kebebasan Kurdistan (PAK) mengikuti sesi pelatihan di sebuah pangkalan di pinggiran Erbil, Irak, 12 Februari 2026. REUTERS/Thaier Al-Sudani/File Photo

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan prospek ekonomi global pada 2026 masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik. Kondisi ini mendorong sejumlah lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dibandingkan tahun sebelumnya.

“Prospek ekonomi global masih dibayangi oleh perkembangan geopolitik,” jelas Suahasil di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Suahasil menuturkan ketegangan global tidak hanya dipicu hubungan Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan situasi antara NATO dan Rusia juga menambah ketidakpastian ekonomi dunia.

BacaJuga

Dirut Garuda Diganti Momentum Pembenahan Manajemen, Masih Rugi Rp2,03 T

Dukung MotoGP Mandalika 2026, Pelindo Marine Perkuat Konektivitas Maritim Lombok

Tim Gabungan Gerebek Dua Sarang Narkoba di Jakbar, 24 Orang Diamankan

Program MBG Sudah Habiskan Anggaran Rp 153,2 Triliun

Djaka Budhi: Cukai Minuman Manis Ditargetkan Berlaku 2027

Haji Isam Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan Resources

“Bukan hanya soal Amerika dengan Iran, tetapi NATO, Rusia juga muncul cerita-ceritanya,” ujarnya.

Suahasil menerangkan meningkatnya ketegangan geopolitik mulai tercermin pada indikator volatilitas di pasar keuangan dan perdagangan dunia. Pergerakan pasar obligasi menjadi lebih bergejolak, sementara ketidakpastian perdagangan juga meningkat.

“Ini semua berakibat kepada indikator volatilitas. Itu meningkat indikator volatilitasnya,” kata Suahasil.

Ia juga menyoroti kenaikan Dirty Tanker Index sebagai salah satu indikator meningkatnya ketidakpastian perdagangan. Menurut dia, perubahan tersebut menunjukkan tekanan global mulai memengaruhi aktivitas perdagangan dan distribusi komoditas.

“Volatilitas dalam konteks pasar obligasi, volatilitas dalam konteks itu Dirty Tanker Index. Itu juga tiba-tiba dia meningkat, yang menunjukkan bahwa volatilitas trade uncertainty itu meningkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut mendorong lembaga-lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Suahasil menyebut pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025.

“Nah ini membuat lembaga-lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah. Pertumbuhan global 2026 ini diproyeksikan lebih rendah daripada pertumbuhan tahun 2025,” kata Suahasil.

Menurut dia, perlambatan tersebut berpotensi memengaruhi negara maju maupun negara berkembang. Dampaknya juga dapat merambat melalui perdagangan, investasi, pasar keuangan, dan harga komoditas.

“Ini tentu akan memiliki implikasi kepada pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi negara maju maupun negara berkembang,” ujarnya.

Tekanan global juga terlihat dari pergerakan harga komoditas. Suahasil menyebut harga minyak Brent telah naik dari sekitar US$ 102 per barel menjadi sekitar US$ 105 per barel dalam beberapa hari terakhir.

“Bukan hanya kepada pertumbuhan ekonomi efeknya, tetapi juga kepada harga-harga komoditas. Harga komoditas kalau kita lihat Brent itu US$ 102, tetapi hari-hari ini kita sudah melihat angka US$ 105,” katanya.

Menurut Suahasil, perubahan harga komoditas tersebut berdampak terhadap APBN. Dampaknya dapat muncul pada penerimaan negara maupun kebutuhan belanja pemerintah.

“Dan ini semua pasti akan ada implikasi kepada APBN kita. Implikasi kepada pendapatan, implikasi kepada belanja, dan seterusnya,” ujarnya.

Selain minyak, pemerintah juga mencermati pergerakan komoditas lain. Suahasil menyebut harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) cenderung menurun dalam beberapa bulan terakhir, sedangkan harga nikel juga menunjukkan kecenderungan serupa. Sementara itu, harga batu bara berada di kisaran US$ 149,3 per ton.

Suahasil menilai berbagai tekanan global tersebut perlu dikenali dan dimitigasi sejak awal. Pemerintah harus menyiapkan respons agar dampaknya terhadap perekonomian domestik dan APBN dapat dikendalikan.

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Suahasil: Ekonomi RI Tetap Tangguh Di Tengah Geopolitik Bergejolak

  ASPEK.ID, JAKARTA- Menkeu Suahasil Nazara menilai ekonomi Indonesia memiliki daya tahan di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan gejolak pasar...

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

BI: Uang Kertas Tetap Sah Meski Menkeu-Gubernur Berganti

  ASPEK.ID, JAKARTA -Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa uang rupiah kertas yang telah diproduksi pada 2026 dan diedarkan di masyarakat...

Menkeu Suahasil Tindak Impor Ilegal Senilai Rp 27 M

Menkeu Suahasil Tindak Impor Ilegal Senilai Rp 27 M

ASPEK.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkap empat penindakan terhadap importasi yang diduga diberitahukan tidak...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In