• Latest
  • Trending
Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

by Aspek
Oktober 26, 2026
in BERITA TERBARU, MARKET
Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Mata uang rupiah dan dolar AS. (Antara/Fakhri Hermansyah)

ASPEK.ID, JAKARTA – Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyatakan niilai tukar Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Senin (26/10), setelah ditutup melemah 20 poin menjadi Rp 18.080 per USD pada perdagangan Jumat (23/10).

Kombinasi antara kenaikan harga minyak dunia dan lonjakan harga pangan menjadi penyebab utama tekanan terhadap Rupiah hari ini.

Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini secara umum akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.

BacaJuga

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

“Untuk perdagangan (26/10) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.080-Rp 18.130 (per USD),” ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Senin (26/10/2026).

Ibrahim mengatakan, kombinasi antara harga minyak yang berada pada kisaran USD 100 per barel dan lonjakan harga pangan menimbulkan guncangan ganda yang secara langsung menekan ketahanan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.

Menurut dia, kombinasi tersebut berdampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan menimbulkan kekhawatiran fiskal sehingga Rupiah ikut terdampak.

Ibrahim mengatakan, sebagai negara pengimpor bersih minyak, kenaikan harga minyak mentah internasional di atas asumsi makro APBN secara otomatis melipatgandakan kebutuhan belanja negara untuk subsidi BBM dan LPG, serta kompensasi energi.

Setiap kenaikan ICP (Indonesian Crude Price) dipastikan akan memperlebar defisit APBN. Kondisi tersebut membuat pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit.

Yaitu menahan harga energi domestik yang beresiko memperlebar defisit APBN, atau menyesuaikan harga energi domestik tetapi akan berdampak terhadap inflasi sehingga akan memberatkan masyarakat.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Pagi Jumat Rupiah Tembus Rp18.038/Dolar AS

ASPEK.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.038 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10) pagi. Mata uang...

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Rupiah Kembali ke Rp 18.000 Per Dolar AS

ASPEK.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (29/9/2026), menembus level...

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Dolar AS Balik Menguat, Pagi Ini Tembus Rp 17.785

ASPEK.ID, JAKARTA - Rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (27/8/2026) pagi. Dolar AS berbalik...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In