• Latest
  • Trending
Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Mobil Listrik China Diterima di Korea Sulit di Jepang

Bahlil Lantik  Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik

Bahlil Lantik  Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik

Jokowi: Anggaran Stunting Habis di Meja Rapat

Menko PMK Sugiono: MBG Tak Cukup Atasi Stunting

Merger BUMN Pelabuhan, Anak &  Cucu Usaha Tidak Digabung

BPS: Surplus Perdagangan RI US$ 10,61 Miliar

Strategi Bahlil Tekan Impor Migas

Bahlil Larang Ekspor RI Melalui Negara Perantara

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Fenomena Downgrade Lifestyle Kelas Menengah, Sinyal Tekanan Ekonomi

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Amran: Jika Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Hadapi Dampak Besar

Wapres Gibran Cek Kelas SMAN 1 Mamasa

Wapres Gibran Cek Kelas SMAN 1 Mamasa

Lagi Kapolri Suyudi Mutasi 12 Pati dan Pamen Polri

Kapolri Larang Anggota Polri Pakai Vape

DPR-Pemerintah Sinkronkan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Lanjutkan Asta Cita, Dasco Targetkan Gerindra Menang di Pemilu 2029

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Senin Pagi Maluku Digoyang Gempa M 5,5

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Bantah Pemerintah Beri Rp 1 T untuk Pemda yang Sukseskan MBG

Pengusaha Usul Biaya Umrah 2022

Menteri Mau Rekrut Nonmuslim Jadi Petugas Haji, ini Alasannya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, November 2, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mobil Listrik China Diterima di Korea Sulit di Jepang

by Aspek
November 2, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL
Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

ASPEK.ID, JEPANG – Mobil listrik (electric vehicle/EV) asal China mendapat tempat di pasar Korea Selatan. Namun, ekspansi ke Jepang sulit karena konsumen di sana cenderung memilih merek lokal dan teknologi hybrid.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/11/2026), BYD menjual lebih dari 20.000 kendaraan di Korea Selatan selama Januari hingga September 2026. Keberhasilan BYD tidak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat Korea Selatan terhadap mobil listrik dengan harga terjangkau. Salah satu model yang menarik perhatian adalah BYD Dolphin yang dibanderol sekitar US$ 18.500.

Analis senior Eugene Investment & Securities, Lee Jae-il, mengatakan kenaikan harga bensin hampir 10% sejak perang AS-Israel melawan Iran turut mendorong minat terhadap kendaraan listrik murah. Sementara itu, Hyundai dan Kia masih lebih banyak berfokus pada segmen mobil listrik premium dan hanya memiliki sedikit model dengan harga di bawah US$ 30.000.

BacaJuga

Bahlil Lantik  Arsyadany Ghana Jadi Dirjen Gatrik

Menko PMK Sugiono: MBG Tak Cukup Atasi Stunting

BPS: Surplus Perdagangan RI US$ 10,61 Miliar

Bahlil Larang Ekspor RI Melalui Negara Perantara

Fenomena Downgrade Lifestyle Kelas Menengah, Sinyal Tekanan Ekonomi

Amran: Jika Indonesia Setop Ekspor Sawit, Negara Lain Hadapi Dampak Besar

“Momentum ini sangat menguntungkan BYD,” kata Lee dilansir dari beritasatu.

Pabrikan China lainnya juga mulai memperluas bisnis di Korea Selatan. Merek Zeekr milik Geely mulai menerima pesanan SUV 7X dan berencana membuka hingga 14 ruang pamer hingga akhir 2026.

Chery diperkirakan memasuki pasar Korea Selatan pada 2027. Sementara itu, Xpeng yang telah mendirikan unit usaha lokal pada tahun lalu mulai mencari tenaga untuk mengembangkan jaringan penjualannya.

Pasar Jepang Lebih Menantang
Berbeda dengan Korea Selatan, pasar Jepang masih menjadi tantangan bagi produsen mobil China. Merek asing hanya menguasai sekitar 6% penjualan mobil penumpang di Jepang. Konsumen di negara tersebut juga lebih menyukai kendaraan hybrid yang selama ini dikembangkan oleh Toyota.

Sejumlah konsumen Jepang meragukan kualitas dan keandalan mobil China. Fumio Kuwabara, salah satu pengguna awal mobil listrik di Jepang, mengaku belum tertarik membeli kendaraan buatan China karena meragukan kualitas komponennya.

 

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

Prabowo Beri Bonus Rp158,3 M ke Atlet Peraih Medali Asian Games

    ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan bonus sebanyak Rp158,3 miliar kepada atlet berprestasi di ajang Asian Games...

Susul Singapura, Korea Selatan Alami Resesi

Prof Brian: Jika RI Mau Lepas dari Jebakan Kelas Menengah Harus Tiru Korea Selatan, India atau China

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa percepatan pembangunan industri menjadi kunci...

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

  ASPEK.ID,  BLORA - Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penerapan pola...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In