ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebut pemerintah pusat menyiapkan Rp 1 triliun kepada Pemerintah Daerah (Pemda) yang berhasil menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, disebutkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, pihaknya mengalokasikan Rp 1 triliun sebagai insentif fiskal kepada daerah-daerah yang menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Juru Bicara BGN Ariandi Putra mengatakan bahwa dana Rp 1 triliun tersebut bukanlah anggaran hadiah yang disiapkan khusus untuk program MBG.
“Sebagaimana telah dijelaskan Kepala Badan Gizi Nasional, insentif fiskal merupakan mekanisme apresiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dan prestasi,” ujar Ariandi dalam unggahan akun Instagram @badangizinasional.ri, dikutip Minggu (1/11/2026).
Ariandi mengatakan indikator pemerintah daerah tersebut berprestasi dan layak diganjar insentif tersebut, di antaranya adalah keberhasilan dalam pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan stunting, penurunan pengangguran, hingga inovasi pembiayaan daerah.
Pada 2027, dukungan serta peran aktif Pemda dalam menyukseskan MBG rencananya akan menjadi salah satu indikator tambahan dalam penilaian tersebut.
“Artinya, MBG bukan satu-satunya indikator yang menentukan pemberian insentif,” ujar Ariandi.









![[Foto] Ribuan Mobil Antre Distribusi Makanan](https://aspek.id/wp-content/uploads/2020/04/mobil-antre-food-bank-texas3-75x75.jpeg)





