• Latest
  • Trending
mendagri

Alasan Bulog Tidak Gabung Holding BUMN Pangan

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Kaji Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Takdir Indonesia Berada di Ring of Fire

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

KRI Gajah Mada Disiapkan Jadi Kapal Induk Helikopter

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Hadapi Bencana, Purbaya Tambah Rp5 Triliun ke BNPB

Bisnis SMS dan Telepon Turun, Telkom Indonesia Masih Laba Rp 16,46 T

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Tujuh Bandara Termasuk Soetta Diperpanjang Hingga Senin Pukul 18.00 WIB

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 18.00 WIB

Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga yang Masih Tinggal di Huntara Tapsel

Intelektual Apresiasi Kunker Wapres Gibran ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

2 Maskapai Malaysia Stop Sementara Penerbangan ke Aceh

382 Jemaah Umrah ke Soekarno-Hatta, Turun di Aceh

Taspen Bayarkan THR ke 3,23 Juta Pensiunan ASN, Ini Komponen yang Diterima

4 Program Utama TASPEN

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

6 Bandara Masih Ditutup hingga 08.59 WIB, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Alasan Bulog Tidak Gabung Holding BUMN Pangan

by Zamzami Ali
Februari 4, 2021
in BERITA UTAMA, BUMN
mendagri

Dirut Budi Waseso berbincang dengan Mendagri Tito Karnavian menjelang Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/12). [Foto: Setkab]

ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membentuk dan menggabungkan sejumlah perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pangan atau Holding BUMN Pangan.

Holding BUMN Pangan terdiri dari 9 perusahaan milik negara yakni PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani (Persero).

Selanjutnya PT Garam (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) dan Perum Perikanan Indonesia serta PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) sebagai induknya.

BacaJuga

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

4 Program Utama TASPEN

Panggil Rosan-Bahlil ke Hambalang, Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penutupan BUMN

Pupuk Indonesia Cetak Laba Rp 8,51 Triliun, Transformasi Danantara Jadi Kunci

Danantara Mulai Transformasi RS BUMN dari RSPP

Balik Arah dari Rugi, ID FOOD Cetak Laba Rp 1,34 T

Namun, nama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Nasional (Perum Bulog) tidak masuk ke dalam Holding BUMN Pangan. Padahal seperti diketahui, Bulog dalah perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan.

Ruang lingkup bisnisnya meliputi usaha logistik/pergudangan, survei dan pemberantasan hama, penyediaan karung plastik, usaha angkutan, perdagangan komoditi pangan dan usaha eceran.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, rencana pembentukan Badan Pangan Nasional menjadi salah satu alasan Bulog tidak dimasukkan dalam Holding.

Disebutkan purnawirawan jenderal polisi bintang itu, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya memang memiliki rencana untuk mengubah fungsi Perum Bulog.

“Ada rencana program Bulog akan berubah. Persisnya belum tau berubahnya kapan dan berubahnya menjadi apa. Salah satunya mejadi badan pangan,” kata Budi Waseso dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Kamis (4/2).

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina beberapa waktu lalu mengatakan, Bulog saat ini masih menjalankan tugasnya, baik mencari keuntungan maupun mengelola public service obligation (PSO) untuk stabilisasi pangan.

Dari aturan yang memayungi hukum keberadaan, katanya, Bulog terlihat menjalankan dualisme pekerjaan yang terkadang akan menemui konflik tujuan.

“Di sisi lain Bulog harus profitable, karena sebagai perusahaan, dan sisi lainnya dia harus menjadi lembaga penyangga pangan atau stabilisasi pangan nasional. Keadaan ini sudah berlangsung lima tahun dan ternyata Bulog menjadi lembaga yang serba dilema,” kata dia saat berkunjung ke Gudang Bulog di Karawang, Jabar, Kamis (28/1).

Oleh karenanya, sambung Nevi, Bulog mestinya dapat dikembalikan fungsinya seperti semula menjadi lembaga stabilisasi pangan di bawah presiden. Terlebih, Holding BUMN Pangan sudah punya RNI sebagai induk holding.

Sehingga Bulog menjadi lembaga yang kuat dan mampu menjalankan tugasnya secara fokus tidak memikirkan mencari untung untuk di sumbangkan kepada negara.

Politisi PKS ini meyakini, ketika Bulog menjadi lembaga di bawah presiden, bukan lagi di bawah BUMN, maka pola koordinasi yang dilakukan oleh Perum Bulog dengan kementerian teknis terkait untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan akan lebih efektif.

Suasana egaliter pada lembaga-lembaga yang memastikan pangan cukup akan semakin baik.

“Sehingga tujuan utama negara kita akan pangan yakni mencukupi kebutuhan dalam negeri dengan merata dan berkualitas dapat terpenuhi. Impor pangan yang selama ini marak tiap tahun juga dapat ditekan secara drastis,” tuturnya.

Komentar
Share25Tweet16SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog: Multiplier Effect Pengelolaan Pangan Tembus Rp 48,54 Triliun

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Perum Bulog mencatat dampak berganda (multiplier effect) dari pengadaan dan...

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

33 Juta Keluarga Terima Beras pada 17 Agustus

Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan periode Juli,...

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Bulog Ajak Masyarakat Tahu  Mutu Beras Standar

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak masyarakat memahami mutu beras sesuai standar, agar tidak tertipu label...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In