ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih menghadapi kekurangan anggaran untuk menjalankan tugas pencarian dan pertolongan pada 2027. Dari total kebutuhan Rp 3,86 triliun, pagu anggaran yang ditetapkan baru mencapai Rp 1,56 triliun.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pagu tersebut naik Rp 313,5 miliar dibandingkan alokasi sebelumnya. Namun, kenaikan itu belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan Basarnas, khususnya untuk pengelolaan sarana dan prasarana pencarian dan pertolongan.
“Bila dibandingkan dengan pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,56 triliun, maka masih terdapat backlog anggaran sebesar Rp2,29 triliun. Backlog terbesar terdapat pada pengelolaan sarana dan prasarana SAR sebesar Rp1,31 triliun,” kata Syafii, Jumat (25/9/2026).
Untuk belanja modal, Basarnas hanya mendapat alokasi Rp55,3 miliar pada 2027. Anggaran tersebut akan digunakan, antara lain, untuk pengadaan peralatan high angle rescue, mountaineering, under water rescue, peralatan IEC-INASAR dan NAP-INASAR, serta sistem komunikasi.
Anggaran belanja modal itu juga akan mendukung pemenuhan sarana dan prasarana untuk Kantor SAR baru di Surakarta dan Banyuwangi.
Di luar pagu yang telah ditetapkan, Basarnas telah mengusulkan tambahan anggaran Rp2,16 triliun kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas. Tambahan tersebut mencakup Rp135,37 miliar untuk belanja pegawai, termasuk kebutuhan penambahan CPNS dan CPPPK.
Kemudian, Rp213,57 miliar diusulkan untuk mendukung operasional tugas dan fungsi Basarnas. Sementara Rp1,48 triliun dialokasikan untuk operasional non-prioritas nasional.
Basarnas juga mengajukan Rp5,10 miliar untuk pemulihan pascabencana banjir di Sumatra. Selain itu, terdapat kebutuhan Rp2,17 miliar untuk Kantor SAR baru di Surakarta dan Banyuwangi, serta sejumlah kebutuhan operasional SAR dan dukungan manajemen lainnya.
Syafii menegaskan tugas Basarnas tidak hanya dilakukan ketika kecelakaan atau bencana terjadi. Lembaga tersebut juga harus memastikan kesiapan personel, peralatan, sistem komunikasi, hingga fasilitas operasi SAR di berbagai wilayah.
“Kontribusi Basarnas tidak hanya berada pada aspek penyelamatan jiwa, namun juga pada penciptaan rasa aman bagi mobilitas masyarakat, aktivitas investasi, kawasan industri, destinasi pariwisata prioritas, dan rantai logistik nasional,” ujarnya. []















