• Latest
  • Trending

Di KTT G20, RI Minta Utang Negara Miskin Dihapus

Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Serap Rp 17,5 Triliun

Kemenkeu Ungkap Sudah Salurkan Rp 897 Triliun untuk BUMN Cs

Hilirisasi Dongkrak Investasi Nasional, BKPM Catat Kontribusi 30% Sepanjang 2025

Hilirisasi Dongkrak Investasi Nasional, BKPM Catat Kontribusi 30% Sepanjang 2025

DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Perpanjang Penahanan Sudewo 40 Hari

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Prabowo 3,5 Jam Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini Hasilnya

Prabowo 3,5 Jam Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini Hasilnya

MA Ajukan Pemberhentian Ketua dan Wakil Ketua PN Depok ke Prabowo

MA Ajukan Pemberhentian Ketua dan Wakil Ketua PN Depok ke Prabowo

Menang Dramatis 1-0 atas Persita, Dejan Antonic Minta Kabau Sirah Jaga Tren Positif

Menang Dramatis 1-0 atas Persita, Dejan Antonic Minta Kabau Sirah Jaga Tren Positif

Thomas Djiwandono Bantah Isu Disiapkan Jadi Gubernur BI

Resmi Dilantik, Thomas Djiwandono Emban Amanah Deputi Gubernur BI hingga 2031

Zulhas: Tahun Depan Tidak Ada Impor Beras, Gula, Garam dan Jagung Pakan Ternak

Jemaah Haji 2026 Bisa Nikmati Beras Indonesia di Tanah Suci

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Izin Tambang Dicabut, Agincourt Kirim Surat Klarifikasi ke BKPM

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Di KTT G20, RI Minta Utang Negara Miskin Dihapus

by Aspek
November 15, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS

Ilustrasi | Foto: Media Indonesia/Atet DP

Indonesia mendorong pembahasan terkait dengan penghapusan utang bagi negara berkembang dan miskin, yang melonjak signifikan selama pandemi Covid-19.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Wempi Saputra menyampaikan bahwa isu restrukturisasi utang tersebut diharapkan segera bisa diputuskan, guna mempercepat pemulihan ekonomi global, khususnya bagi negara miskin.

BacaJuga

Kemenkeu Ungkap Sudah Salurkan Rp 897 Triliun untuk BUMN Cs

Hilirisasi Dongkrak Investasi Nasional, BKPM Catat Kontribusi 30% Sepanjang 2025

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

KPK Perpanjang Penahanan Sudewo 40 Hari

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Akibat pandemi, total utang yang dimiliki negara berkembang dan miskin mencapai US$12,9 miliar sejak tahun lalu,” katanya, Selasa (15/11/2022).

Wempi yang juga menjabat sebagai Executive Director World Bank mengatakan, saat ini sebanyak 48 negara miskin sudah mendapat keringanan penundaan pembayaran utang.  Namun dia menegaskan bahwa penundaan bukanlah solusi, sebab utang tersebut masih ada dan harus diselesaikan. 

Oleh karena itu, Indonesia sebagai Presidensi G20 menjadi fasilitator bagi negara-negara miskin agar bisa mendapatkan solusi terhadap pembayaran utangnya. 

Wempi menjelaskan, pandemi yang berkepanjangan telah menyebabkan kontraksi perekonomian pada sejumlah negara terutama bagi negara miskin.

Lonjakan tekanan inflasi global pun semakin mempersulit ekonomi beberapa negara, misalnya Zambia, Chad, dan Etiopia sehingga mengalami kesulitan untuk membayar utang.  Ketiga negara ini tengah menjalani program penyelesaian utang atau disebut common framework for debt treatment.

Kata Wempi, ketiganya menjadi proyek percontohan untuk penyelesaian utang bagi negara miskin. 

“Bila ini berhasil, maka program ini bisa diberlakukan bagi negara lainnya,” kata dia.

Wempi menambahkan, Indonesia juga mendorong negara-negara maju untuk membantu pembangunan infrastruktur di negara miskin, misalnya melalui peningkatan kapasitas. 

Komentar
Share20Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Hari Ini, Menkeu Lelang 7 Surat Utang Jatuh Tempo 2048

Hashim: Prabowo  Bakal Tambah Utang

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penambahan utang pemerintah pada era presiden terpilih Prabowo Subianto akan...

Prabowo Peragakan Silat di Depan Istana

Tugas Berat Prabowo Bukan Bayar Utang

Jakarta -  Pengamat melihat setoran pajak dari pelaku pekerja informal masih menjadi tantangan bagi pemerintah Presiden terpilih Prabowo Subianto karena...

5 Alasan Rental Mobil Lebih Untung

Kelas Menengah RI Terjerat Utang

Jakarta -  Ekonom menilai kondisi kelas menengah Indonesia benar-benar dalam keadaan serba sulit. Tabungan mereka mulai terkikis untuk memenuhi kebutuhan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BPOM Temukan Kopi Lokal yang Picu Gagal Ginjal, Ini Mereknya

BPOM Temukan Kopi Lokal yang Picu Gagal Ginjal, Ini Mereknya

Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo 79,9 Persen

Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo 79,9 Persen

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Izin Tambang Dicabut, Agincourt Kirim Surat Klarifikasi ke BKPM

Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Serap Rp 17,5 Triliun

Kemenkeu Ungkap Sudah Salurkan Rp 897 Triliun untuk BUMN Cs

Hilirisasi Dongkrak Investasi Nasional, BKPM Catat Kontribusi 30% Sepanjang 2025

Hilirisasi Dongkrak Investasi Nasional, BKPM Catat Kontribusi 30% Sepanjang 2025

DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In