ASPEK.ID, JAKARTA – Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama menyatakan sejak dimulainya transformasi dan restrukturisasi pada akhir 2018, program efisiensi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memberikan dampak siginifikan terhadap penurunan biaya operasional.
Pada 2020 Krakatau Steel menurunkan biaya operasional 41% menjadi 200,8 juta dolar AS dari 337,4 juta dolar AS pada 2019.
“Penurunan biaya operasional ini terdiri dari beberapa komponen, di antaranya penurunan biaya energi, penurunan biaya utility, penurunan biaya consumable, penurunan biaya sparepart, maupun penurunan biaya operasional lainnya,” kata Pria, Minggu (24/1/2021).
Pria menambahkan, penurunan biaya consumable dan sparepart masing-masing memberikan penurunan biaya dengan penghematan yang cukup tinggi yaitu sebesar 59% untuk penurunan biaya consumable menjadi 16 juta dolar AS di tahun 2020 dari sebesar 40,6 juta dolar AS di tahun 2019
“Penurunan biaya ini merupakan sebuah capaian luar biasa yang dilakukan oleh Krakatau Steel. Komitmen kami untuk bertransformasi dan memperbaiki kinerja terus kami jalankan agar Krakatau Steel semakin kuat di pasar baja nasional maupun regional,” lanjut Pria.
Krakatau Steel juga melakukan efisiensi organisasi melalui penerapan optimalisasi tenaga kerja dan strategi negative growth. Pada 2020 terjadi penurunan biaya tenaga kerja organik sebesar 33% menjadi 61,6 juta dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 92,2 juta dolar AS.
Selain itu, biaya tenaga kerja outsourcing juga menurun cukup signifikan yaitu sebesar 74% menjadi 9,8 juta dolar AS di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 38 juta dolar AS.
























