ASPEK.ID, JAKARTA — Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor CPO dan turunannya (HS 1511) Indonesia ke Israel mencapai US$14,6 juta sepanjang tahun berjalan atau selama Januari—September 2026.
Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), US$14,6 juta setara dengan Rp261,06 miliar.
Indonesia masih melakukan perdagangan dengan Israel, salah satunya dalam komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Ekspor CPO ke Israel tercatat senilai US$14,6 juta pada Januari—September 2026.
“Nilai ekspor CPO dan turunnya [ke semua negara] naik cukup tinggi yaitu 16,14% secara kumulatif [dibandingkan periode Januari—September 2025],” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam rilis BPS, Senin (2/11/2026).
Sementara total nilai ekspor CPO dan turunannya mencapai US$21,07 miliar selama Januari—September 2026. Artinya, ekspor Israel sebesar US$14,6 juta setara 0,07% dari total nilai ekspor CPO dan dan turunnya oleh Indonesia ke semua negara.
Sementara total volume ekspor CPO dan turunnya mencapai 19 juta ton pada Januari—September 2026. Volume tersebut naik 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
















