ASPEK.ID, JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan langkah strategis untuk mendongkrak produksi emas dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan tambang raksasa ini membidik produksi emas hingga 40 ton per tahun mulai 2027, seiring pemulihan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang sebelumnya terdampak insiden longsor.
Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, menyampaikan bahwa keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada proses pemulihan tambang GBC yang kini tengah dikebut.
“Kuncinya adalah mitigasi recovery dari tambang GBC itu tadi. Kita harapkan nanti di tahun 2027, 2028, 2029 kita akan kembali untuk emas berada di kisaran atau produksi sekitar 40 ton per tahun,” ujar Harry, Senin (2/2).
Saat ini, PTFI masih berupaya mengejar ketertinggalan produksi pascainsiden. Sepanjang 2025, Freeport mencatat produksi emas sebesar 33 ton, dengan 16 ton di antaranya berupa emas batangan. Produksi tersebut berasal dari kombinasi penjualan konsentrat dan emas batangan.
Untuk 2026, Freeport menargetkan produksi emas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik. Target ini sejalan dengan keputusan pemerintah yang memberikan izin operasi kembali tambang bawah tanah GBC secara parsial mulai kuartal I-2026.
“Tahun 2026 ini kita expect dengan rencana proyeksi ramped up tambang GBC tadi. Kita bisa produksi sekitar yang kita jual dari domestik. Kita prioritas ke domestik, dan kita sangat-sangat mendukung untuk ini bisa diserap oleh domestik. Itu semuanya sekitar 26 ton,” tandas Harry.
Fokus penyerapan domestik tersebut sekaligus menegaskan komitmen Freeport dalam mendukung hilirisasi dan penguatan industri emas nasional, sembari memastikan pemulihan operasional GBC berjalan sesuai rencana. []
























