• Latest
  • Trending
Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Gojek-Tokopedia (GoTo) & Mimpi Buruk Startup

Erick Thohir Puji Penerapan Prokes di Bandara Soetta

Penutupan Bandara Soeta Diperpanjang hingga Senin

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Menhub Buka 5 Bandara Alternatif Imbas Erupsi Anak Krakatau

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Penutupan Soetta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

PM Malaysia Anwar Ibrahim HP Jokowi, Ini yang Dibicarakan

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dampak Abu Anak Krakatau, Jemaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga 17.30 WIB

Sekolah Belajar Tatap Muka dengan Kapasitas 100% Dimulai Hari Ini

Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik

Jokowi Kenang Rachmat Gobel Sosok Menteri yang Baik dan Pekerja Keras

Di Penang, Jokowi Ingatkan Pemimpin untuk Memahami Rakyat

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 13.30 WIB

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

InJourney Siapkan Hotel dan Bus untuk Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan Abu Vulkanik

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Gojek-Tokopedia (GoTo) & Mimpi Buruk Startup

by Zamzami Ali
Mei 26, 2021
in BERITA UTAMA, EKONOMI, OPINI, TERPOPULER
Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Ilustrasi GoTo. [Dok. Gojek]

ASPEK.ID, JAKARTA – Platform layanan on-demand dan pembayaran serta finansial terkemuka, Gojek dan perusahaan teknologi marketplace, Tokopedia, secara resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo pada Senin (17/5) lalu.

Dilansir dari keterangan resmi Tokopedia, pembentukan GoTo ini terdapat andil sederet nama perusahaan besar yang menyokong dana pembentukan. Bahkan, investor yang menyuntikan modal ini masuk dalam kategori blue-chip.

Mereka adalah Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

BacaJuga

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 30.000, Jadi Rp 2,64 Juta/Gram

BTN Rombak 5 Direktur, Ini Susunan Pengurus Terbarunya

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia

RUPSLB Bank Aceh Berhentikan Syahrul dari Direktur Operasional

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

Grup GoTo diklaim memiliki total Gross Transaction Value (GTV) secara grup lebih dari US $22 miliar pada tahun 2020, lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020 dan lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020.

SoftBank asal Jepang dan Alibaba dari China menjadi dua perusahaan yang menguasai kepemilikan saham terbesar Grup GoTo.

Melansir CNN via Nikkei Asia, Softbank akan menggenggam 15,3 persen saham GoTo, sementara Alibaba seebsar 12,6 persen.

Mimpi Buruk Startup

Managing Partner Inventure Yuswohady menyatakan, aksi merger GoTo membuka peluang dominasi kuasa pasar digital oleh para pelaku besar, seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan China.

Di Amerika Serikat, pasar digital dikuasai oleh Google, Amazon, Facebook, dan Apple atau dikenal sebagai “The Big Four”. Sementara, di China dikuasai oleh “The Big Five”, yaitu Alibaba, Tencent, Baidu, ByteDance, dan JD.

Apa masalahnya jika pasar dikuasai oleh segelintir “Tech Giants”? Banyak! Salah satu yang sangat meresahkan adalah startup yang bekal terkebiri. Kenapa bisa begitu?

Di kalangan VC fenomenanya disebut “Kill Zone”. Dimana tech giants selalu memiliki perangai buruk melakukan Predatory Tactics. Tujuannya dua: menggurita dan menggelembungkan market cap.

[Foto: Yuswohady.com]

“Prinsipnya, predatory tactic terhadap startup-startup yang mau tumbuh ini dilakukan dengan dua cara, yakni Eat dan Kill,” kata Yuswohady dilansir di laman yuswohady.com, Rabu (26/5).

Tech giants ini dikatakannya seperti “shopping around all the time”, mencari mangsa startup-startup baru yg prospektif dgn memberi mrk dua opsi. Pertama, dicaplok dan diintegrasikan ke platform mereka.

Facebook adalah “Startup Eater” yang rakus. Ia mencaplok IG or WA saat masih bayi, tujuannya untuk mematikan persaingan. Google sama saja, mencaplok Picasa, tapi lebih keji karena mematikannya dan diganti nama menjadi Google Photo.

Kedua, kalau tak mau dicaplok, mereka membuat “clone product” untuk mematikan startup tersebut. memang mereka selalu memiliki Copycat Mentality.

Di samping startup eater, Facebook adalah “Startup Killer” yang keji. Snapchat awalnya menikmati sukses luar biasa. Dibeli Facebook tapi tak mau. Apa yg dilakukan Facebook? Mengcopy fitur unik Snapchat dan mencangkokkanya ke IG dan WA. Hasilnya: pengguna Snapchat pelan tapi pasti rontok.

“Gampang ditebak, predatory tactic “EAT & KILL” inilah yang bakal dijalankan GoTo untuk menggurita dan mengerek market cap,” ungkapnya.

Praktek ini akan menjadi mimpi buruk bagi tumbuh dan berkembangnya startup di Indonesia. Ia akan mengebiri perkembangan startup.

Ia akan menciptakan kill zone yaitu zona or area bisnis yg tak mungkin dimasuki startup baru karena pasti terkena praktek predatori mereka.

“Startup vs statup is fair game. Startup vs tech giant, game over. Semakin menggurita tech giant, maka Kill Zone kian meluas sehingga tak ada ruang bagi startup untuk hidup dan berkembang,” tandasnya.

Komentar
Share33Tweet21SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PP Rombak Susunan Pengurus di PP Properti dan PP Presisi

Merger Adhi Karya dan PT PP Selesai Desember 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Rencana merger PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk masih dijadwalkan dapat dilakukan...

Catherine Hindra Mundur dari Kursi Wakil Direktur Utama GOTO

Catherine Hindra Mundur dari Kursi Wakil Direktur Utama GOTO

ASPEK.ID, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya sebagai Wakil Direktur...

Merger Gojek-Tokopedia Permudah UMKM Go Digital

Morgan Stanley Borong 3,79 Miliar Saham GOTO di Harga Rp 23

ASPEK.ID, JAKARTA - Morgan Stanley & Co. International Plc kembali menambah kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perusahaan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In