ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza, sebuah forum internasional yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong stabilisasi pascakonflik di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari komitmen aktif dalam memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina, sekaligus memastikan proses rekonstruksi Gaza berjalan terarah dan berkelanjutan.
Menurut Sugiono, Board of Peace memiliki mandat strategis yang mencakup pengawasan keamanan, administrasi pemerintahan, hingga rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza yang hancur akibat konflik berkepanjangan.
“Board of Peace sendiri berfungsi untuk pengawasan, administrasi, kemudian stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza. Semua itu akan dilakukan secara bertahap,” ujar Sugiono kepada wartawan di Bad Ragaz, Sabtu (24/1).
Lebih lanjut, Dewan Perdamaian Gaza juga berperan mengawasi jalannya pemerintahan transisi di Palestina. Pemerintahan tersebut dijalankan oleh unsur-unsur teknokrat dengan tujuan menjaga keberlangsungan fungsi administrasi di Gaza selama masa pemulihan.
“Di samping itu, Board of Peace juga merupakan sebuah badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina, yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat untuk menjalankan fungsi-fungsi administrasi di Gaza,” lanjutnya.
Sugiono menilai kehadiran Indonesia dalam forum tersebut krusial, tidak hanya sebagai simbol solidaritas, tetapi juga sebagai sarana untuk memberi masukan strategis dan pengaruh politik agar setiap kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan tujuan besar perjuangan Palestina.
“Sekali lagi, bagi kita solusi dua negara yang nyata itu harus terwujud. Kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan. Board of Peace ini menjadi salah satu alternatif konkret yang saat ini bisa kita harapkan untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Sugiono.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan Indonesia mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap konsistensi dan kredibilitas diplomasi Indonesia dalam isu-isu perdamaian global, khususnya di Timur Tengah.
“Kehadiran Indonesia di dalamnya tentu merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia, posisi Indonesia, serta pandangan-pandangan Indonesia mengenai perdamaian dunia pada umumnya dan perdamaian di kawasan tersebut pada khususnya,” pungkasnya. []
























