• Latest
  • Trending
Awal Tahun, Penjualan Mobil Turun 2,6 Persen

Industri Otomotif Tumbuh 17,8 Persen, Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja

Merah Putih Dikibarkan di Dasar Laut

Merah Putih Dikibarkan di Dasar Laut

Direktur Freeport Achmad Didi Ardianto Mundur

Freeport Targetkan Produksi 700 Ribu Ons Emas hingga Akhir 2026

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Jumlah Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Berakhir Ricuh, Kendaraan Dirusak

Usai Rusuh Aceh, Menkum Bakal Tuntaskan Pembahasan UU Otsus

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi yang Berkaitan dengan Kampanye LGBT+

Tiga Agenda Prioritas Kemkomdigi Perkuat Kedaulatan Digital

Prabowo Ajak Heningkan Cipta untuk Korban Bencana di Daerah

Prabowo Berkalung Melati ini Maknanya

Jokowi-Gibran Apit Prabowo di HUT RI

Jokowi-Gibran Apit Prabowo di HUT RI

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Hari ini Enam Rute Transjakarta hanya Beroperasi Hingga Pukul 18.00 WIB

Gibran Pakai Baju Adat Rote Sebagai Diplomasi Kekayaan Budaya

Gibran Pakai Baju Adat Rote Sebagai Diplomasi Kekayaan Budaya

Jejak Karier Kolonel Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Jejak Karier Kolonel Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Menteri Ikuti HUT ke-81 RI di Lokasi Gempa NTT

Waspada Penipuan Berkedok QRIS Palsu

Kabar Baik! BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Per 1 Oktober 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Industri Otomotif Tumbuh 17,8 Persen, Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja

by Zamzami Ali
Februari 16, 2022
in EKONOMI
Awal Tahun, Penjualan Mobil Turun 2,6 Persen

[Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

Di tengah pandemi COVID-19 yang melanda, industri otomotif masih mampu menunjukkan geliatnya. Ini terlihat dari laju produktivitas industri yang tetap terjaga dalam memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pertumbuhan sektor otomotif ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri manufaktur dan ekonomi nasional sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.

“Industri alat angkutan/otomotif ini tumbuh luar biasa pada tahun 2021 mencapai pertumbuhan dua digit yaitu 17,82 persen. Penyerapan tenaga kerjanya juga cukup tinggi, yang langsung maupun tidak langsung. Sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang mata rantai nilai industri,” ujar Agus pada Peresmian Pencapaian Produksi Ekspor ke Dua Juta Unit Toyota dan Pelepasan Ekspor Perdana Fortuner ke Australia oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Selasa (15/02/2022), di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

BacaJuga

Freeport Targetkan Produksi 700 Ribu Ons Emas hingga Akhir 2026

Purbaya Pastikan Defisit APBN 2027 di Bawah 3 Persen

Rp 2.322 Triliun Target Investasi RI pada 2027

Lion Group Mau Bangun Bengkel Pesawat di IKN

Prabowo Umumkan APBN 2027 Rp 4.097 T, Defisit 2,40%

Presiden: Indonesia Belum Swasembada Daging Sapi dan Kerbau

Menperin mengungkapkan, saat ini industri otomotif nasional digawangi oleh sejumlah 21 perusahaan  dengan kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun.

Agus mengungkapkan, capaian ekspor mobil nasional ke Australia ini membuktikan bahwa industri otomotif Indonesia mampu menghasilkan produk dengan spesifikasi yang ketat.

“Sama dengan (ekspor ke) Jepang, ini membuktikan ketika kita bisa mengekspor produk kita ke Australia yang terkenal memiliki spesifikasi yang ketat, ini antara lain terkait dengan spesifikasi bahan bakar, spesifikasi emisi, dan spesifikasi keamanan,” ujarnya.

Menperin menambahkan, selain Australia dan Asia, Indonesia juga telah mampu menembus pasar ekspor otomotif di benua Amerika dan Afrika.

“Dengan rantai nilai yang terbentang luas, industri otomotif nasional memiliki nilai power linkage sebesar Rp35 triliun dan backward linkage sebesar Rp43 triliun di tahun 2021. Toyota sendiri nilai power linkage-nya Rp19,7 triliun dan nilai backward linkage-nya sebesar Rp16,1 triliun. Jadi ini sudah hampir 40 persen dari total akumulatif dari industri manufaktur yang dikembangkan oleh Toyota,” ujarnya.

Agus menyampaikan, pihaknya bertekad untuk memacu sektor industri untuk meningkatkan investasi, nilai tambah, dan juga perluasan ekspor termasuk membuka pasar-pasar ekspor baru.

“(Ini) menindaklanjuti arahan dan penugasan Bapak Presiden di mana Bapak selalu menyampaikan pentingnya peningkatan investasi, pentingnya peningkatan nilai tambah, dan juga perluasan pasar ekspor, termasuk membuka pasar-pasar ekspor baru, di antaranya Australia,” ujarnya.

Menperin mengatakan, pangsa pasar ekspor produk otomotif Indonesia saat ini telah menembus lebih dari 80 negara.

“Kinerja ekspor tahun 2021 sebesar 294 ribu unit kendaraan CBU (completely built up) dengan nilai sebesar Rp52,9 triliun. Sedangkan untuk CKD (completely knocked down) 91 ribu set dengan nilai sebesar Rp1,31 triliun,” tandasnya.

Menperin pun memberikan apresiasi kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang akan menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor dari semua produk-produknya dengan teknologi dan standar tinggi.

“Selain itu, PT Toyota juga telah menyampaikan komitmen untuk memproduksi beberapa jenis kendaraan elektrifikasi yang akan diawali dengan produksi Kijang hybrid dan kami tentu akan terus mendukung dan mendorong percepatan produk elektrifikasi atau kendaraan listrik murni,” ujarnya.

Menutup laporannya, Agus mengungkapkan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan industri otomotif melalui beragam stimulus. Salah satunya adalah melalui pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP).

“Kami atas nama produsen industri otomotif menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden atas segenap dukungan serta arahan dalam upaya membangkitkan pelaku industri otomotif di tengah pandemi, khususnya melalui kebijakan insentif PPnBM ditanggung pemerintah. Kebijakan ini telah terbukti mampu menopang pertumbuhan dan peningkatan produksi kendaraan dan mampu menghindarkan PHK di sektor industri otomotif, khususnya di sektor IKM,” pungkasnya.

Komentar
Share31Tweet19SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Erick Thohir Serap Tenaga Kerja dengan Berdayakan UMKM

 Kinerja Menteri BUMN Erick Thohir membuat perekonomian semakin membaik. Sejumlah program yang dicanangkannya menyasar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...

Erick Thohir: Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Mobil Listrik

Negara Subsidi Mobil Listrik Rp80 Juta & Motor Listrik Rp8 Juta

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp80 juta untuk pembelian mobil listrik dan Rp8...

Jokowi Buka Pameran Otomotif di Jakarta Pagi Ini

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show ( IIMS ) Hybrid 2022 resmi dibuka hari ini, Kamis (31/11/2021). Pameran akan berlangsung...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In