ASPEK.ID, JAKART — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus berpacu mencatatkan pertumbuhan laba alias hingga Agustus 2026.
Kelompok bank ini terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS).
Bank Mandiri membukukan laba bersih senilai Rp37,48 triliun hingga Agustus 2026 atau tumbuh 22,30% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp30,65 triliun.
Kemudian, laba BRI tumbuh 6,63% (YoY) menjadi Rp34,77 triliun. BNI mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 6,89% (YoY) menjadi Rp14,32 triliun pada Agustus 2026.
Selanjutnya, BSI membukukan laba sebesar Rp5,30 triliun alias tumbuh 10,07% (YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya, dan BTN mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 8,07% (YoY) menjadi Rp2,15 triliun.
Berdasarkan nilai, Bank Mandiri berada di urutan teratas dengan laba bersih mencapai Rp37,48 triliun, disusul oleh BRI senilai Rp34,77 triliun, dan BNI sebesar Rp14,32 triliun.
Lalu apabila dilihat menurut pertumbuhan, Bank Mandiri di posisi puncak dengan kenaikan laba sebesar 22,30% (YoY) pada Agustus 2026, disusul BSI sebesar 10,07% (YoY), dan BTN yang tumbuh sebesar 8,07% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, capaian positif pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa transformasi bisnis BSI mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang, baik dari sisi funding, financing maupun non-financing income.
“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income,” kata Anggoro dalam keterangannya, Senin (5/10/2026) disalin dari bisnis.
















