• Latest
  • Trending
Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

Polresta Banda Aceh Selidiki Aktor di Balik Kebakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

Presiden Jokowi Dikabarkan akan Lantik Dua Wakil Menteri

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Biogasoline Pertamax Green 95 Aman, Berkinerja Tinggi dan Ramah Lingkungan

Biogasoline Pertamax Green 95 Aman, Berkinerja Tinggi dan Ramah Lingkungan

JOKOWI, PRESIDEN FENOMENAL

JOKOWI, PRESIDEN FENOMENAL

Jokowi: PSI Berpeluang Lolos ke Senayan

PSI Titip Dua Pesan ke Jokowi Jelang Blusukan ke Daerah

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Ratusan Napi Usia 70 Tahun ke Atas Dapat Potongan Hukuman, Jabar Terbanyak

Keberatan Wajahnya Muncul di Film ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Lapor ke Polisi

Keberatan Wajahnya Muncul di Film ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Lapor ke Polisi

Sebelum Tinggalkan Paris, Prabowo Ajak Pengawal Prancis Foto Bareng

Sebelum Tinggalkan Paris, Prabowo Ajak Pengawal Prancis Foto Bareng

Israel Putuskan Hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, Ini Pemicunya

Israel Putuskan Hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, Ini Pemicunya

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

by REDAKSI
Mei 31, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, OPINI, POLITIK, TERPOPULER
Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

Oleh: Inas N Zubir

Beragam tanggapan dan pandangan muncul menyusul rencana Presiden Joko Widodo yang akan menggelar safari keliling Indonesia untuk menyapa rakyat, khususnya di Lampung, NTT dan Jabar yang akan meriah menyambutnya dengan antusiasme tinggi. Salah satu yang menyampaikan pandangan adalah Ketua DPP PSI, Bestari Barus kepada koran Rakyat Merdeka.

Bestari Barus mengatakan bahwa PSI berharap Presiden Jokowi dapat secara eksplisit menyatakan bahwa ia kini telah berada di barisan PSI, bukan lagi bersama PDI Perjuangan. Menurutnya, pernyataan tegas ini penting agar masyarakat tidak lagi bingung dan salah menafsirkan sikap politik Jokowi.

BacaJuga

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Biogasoline Pertamax Green 95 Aman, Berkinerja Tinggi dan Ramah Lingkungan

JOKOWI, PRESIDEN FENOMENAL

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia menambahkan bahwa meskipun saat menjabat Presiden, Jokowi belum berhasil mendongkrak elektabilitas PSI, hal itu disebabkan karena belum pernah memberikan dukungan secara langsung dan terbuka. Efek ekor jas (coattail effect) Jokowi saat itu masih mengarah ke PDI Perjuangan. Kini, situasinya berbeda. Dalam acara PSI di Solo, Jokowi telah menyatakan dukungannya dengan tegas. Jika dulu posisinya pada Pemilu 2024 masih samar, sekarang ia sudah jelas mendukung PSI.

Namun, argumen Bestari Barus ini justru lemah dan berpotensi kontraproduktif. Jika Jokowi diposisikan secara terbuka sebagai bagian dari satu partai tertentu, pada saat safari keliling Indonesia, maka ia akan kehilangan citra paling berharga yang dimilikinya saat ini, yakni “Jokowi milik rakyat”.

Citra sebagai figur trans-partai yang bisa diterima berbagai kalangan akan rusak, yang mana masyarakat yang mencintai Jokowi dari berbagai latar belakang partai akan terpolarisasi. PSI, yang ketua umumnya adalah Kaesang Pangarep (putra bungsu Jokowi), seharusnya menghindari langkah yang mempertajam polarisasi, karena mendorong Jokowi untuk mendeklarasikan “saya sudah di PSI, bukan di PDI-P” adalah langkah yang sangat partisan. Alih-alih membiarkan Jokowi tetap menjadi figur persatuan yang berada di atas partai, Bestari Barus justru ingin menariknya ke dalam kubu tertentu.

Akibatnya, pendukung PDI Perjuangan di akar rumput yang selama ini masih merasa dekat dengan Jokowi akan merasa dikhianati. Pendukung Jokowi dari partai-partai lain juga akan kecewa. Sementara hanya basis PSI yang relatif kecil akan merasa senang. Polarisasi semacam ini justru akan merusak aset politik terbesar Jokowi pasca-pemerintahan, yakni citra sebagai elder statesman yang netral dan dekat dengan rakyat.

Keinginan PSI yang mengharapkan coattail effect besar dari Jokowi terdengar terlalu simplistik dan oportunis. Klaim bahwa PSI gagal naik karena Jokowi “belum terbuka” mendukung PSI, terkesan seperti pembenaran pasca-kegagalan. Elektabilitas PSI yang secara struktural masih lemah bukan hanya soal dukungan terbuka Jokowi, melainkan juga faktor internal partai itu sendiri. Membebankan harapan terlalu besar kepada Jokowi justru menunjukkan ketergantungan yang berlebihan, bukan kekuatan organisasi.

Lebih jauh lagi, meminta Jokowi berpihak secara tegas demi menghilangkan “kebingungan masyarakat” justru berisiko menciptakan kebingungan dan kekecewaan yang lebih besar. Banyak orang yang mendukung Jokowi selama ini justru karena ia dianggap tidak terlalu partisan. Begitu ia secara resmi “masuk PSI”, sebagian besar pendukungnya akan merasa kehilangan figur yang selama ini mereka banggakan.

Secara keseluruhan, argumen Bestari Barus mencerminkan cara berpikir yang oportunis, yakni ingin “menggondol” Jokowi untuk menaikkan elektabilitas dengan cepat, tanpa mempertimbangkan biaya sosial dan citra jangka panjang Jokowi. Alih-alih memperkuat Jokowi sebagai pemersatu bangsa atau figur di atas partai, pendekatan ini justru ingin menjadikan Jokowi sebagai alat kampanye PSI. Padahal, semakin tegas Jokowi berpihak, semakin pudar pula citra “Jokowi milik rakyat” yang menjadi kekuatan terbesarnya. Ini strategi jangka pendek yang berpotensi merusak aset politik paling berharga yang dimiliki Jokowi, yaitu persepsi sebagai pemimpin yang melampaui kepentingan partai.

Dengan demikian, safari Jokowi keliling Indonesia tidak boleh dijadikan agenda politik siapa pun, baik PSI maupun relawan Jokowi sekalipun. Safari ini harus tetap murni sebagai silaturahmi rakyat, sebuah momentum Jokowi kembali ke rakyat. Dengan Menjadikannya alat kampanye partai mana pun, hanya akan merusak esensi silaturahmi itu sendiri dan mencemari citra Jokowi sebagai pemimpin yang melampaui kepentingan partai. Semakin Jokowi dipaksa berpihak secara terbuka, semakin pudar pula kekuatan terbesarnya, yaitu persepsi sebagai “Jokowi milik rakyat”.

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Polresta Banda Aceh Selidiki Aktor di Balik Kebakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

ASPEK.ID, BANDA ACEH - Polresta Banda Aceh menetapkan dua mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus pengrusakan dan pembakaran yang terjadi di...

Presiden Jokowi Dikabarkan akan Lantik Dua Wakil Menteri

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

ASPEK.ID, JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan kehadiran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia...

Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

ASPEK.ID, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak terburu-buru menjadikan bahasa...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

Jangan Gunakan Safari Jokowi untuk Agenda Politik

Polresta Banda Aceh Selidiki Aktor di Balik Kebakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

Presiden Jokowi Dikabarkan akan Lantik Dua Wakil Menteri

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In