• Latest
  • Trending
JKA dan Solidaritas yang Retak

JKA dan Solidaritas yang Retak

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Nasib Pilot Belum Diketahui

Purnawirawan TNI Singgung Izin Terbang Militer AS hingga Misi Lebanon

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Rosan Bertemu Bos Temasek, Bahas Investasi Energi Terbarukan RI

PDIP ke KPK: Fokus Perbaiki Skor IPK Dibanding Urusi Rumah Tangga Parpol

PDIP ke KPK: Fokus Perbaiki Skor IPK Dibanding Urusi Rumah Tangga Parpol

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bidik Lahan 400 Meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji

Istri Eks Pejabat Pertamina Mengadu ke Komisi III DPR

Istri Eks Pejabat Pertamina Mengadu ke Komisi III DPR

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Cerita Didik ‘Seket’ Musisi Rock Naik Haji, Gantikan Ayah Menjaga Ibu

Cerita Didik ‘Seket’ Musisi Rock Naik Haji, Gantikan Ayah Menjaga Ibu

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

PKB-Demokrat Kompak Tolak Usul KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol

Kejagung Telusuri Aliran Dana Kasus POME, Dua Money Changer Digeledah

Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Tambang Ilegal Samin Tan

Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penghasutan

Saiful Mujani Siap Jalani Proses Hukum: Jika Harus Ditahan, Tahan Saja

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

JKA dan Solidaritas yang Retak

by REDAKSI
April 24, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, OPINI
JKA dan Solidaritas yang Retak

Foto: AI Generated (ilustrasi)

Ada sesuatu yang berubah diam-diam dalam cara sebuah negeri memandang tubuh warganya. Perubahan itu tidak selalu hadir dengan suara keras. Ia tidak turun sebagai pengumuman yang mengguncang. Ia datang sebagai penyesuaian, sebagai revisi, sebagai bahasa yang terdengar wajar dalam ruang rapat—tetapi terasa asing ketika sampai di ruang-ruang kehidupan sehari-hari.

Di Aceh, perubahan itu kini bernama penataan ulang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Pemerintah menyebutnya sebagai langkah rasional. Anggaran berada dalam tekanan, dana otonomi khusus menurun, kebutuhan meningkat. Di atas kertas, semuanya masuk akal. Namun seperti banyak keputusan publik lainnya, persoalan ini tidak berhenti pada angka. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dalam: cara sebuah masyarakat memahami keadilan, risiko, dan tanggung jawab bersama.

BacaJuga

Purnawirawan TNI Singgung Izin Terbang Militer AS hingga Misi Lebanon

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

Rosan Bertemu Bos Temasek, Bahas Investasi Energi Terbarukan RI

PDIP ke KPK: Fokus Perbaiki Skor IPK Dibanding Urusi Rumah Tangga Parpol

Danantara Bidik Lahan 400 Meter dari Masjidil Haram untuk Kampung Haji

Advertisement. Scroll to continue reading.

Secara resmi, JKA tidak dihapus. Anggaran tidak disebut dipotong. Yang berubah adalah cara negara mendefinisikan siapa yang layak ditanggung. Sebagian kelompok masyarakat—yang dikategorikan “mampu”—tidak lagi menjadi bagian dari perlindungan tersebut. Sebuah penyesuaian administratif, tetapi dengan konsekuensi sosial yang tidak sederhana.

Di titik inilah pergeseran itu mulai terasa.

JKA, sejak awal, bukan sekadar program teknokratis. Ia lahir dari konteks sejarah yang tidak biasa. Ia tumbuh dari tanah yang lama diguncang konflik, dari pengalaman kolektif yang membentuk cara orang Aceh melihat pemerintah dan melihat satu sama lain.

Konflik tidak memilih kelas. Ia tidak bertanya siapa yang miskin dan siapa yang mampu. Ia datang kepada semua orang—petani, pegawai, pedagang—dan menyamakan mereka dalam satu hal: kerentanan.

Dari pengalaman itulah lahir satu kesadaran penting: bahwa dalam hal-hal tertentu, terutama yang menyangkut kehidupan dasar seperti kesehatan, masyarakat tidak bisa lagi dipilah secara kaku.

JKA adalah perpanjangan dari kesadaran itu.

Ia bukan hanya kebijakan kesehatan, melainkan pengakuan bahwa setelah konflik, ada luka kolektif yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan pertumbuhan ekonomi. Ada kebutuhan untuk membangun kembali rasa aman—termasuk rasa aman ketika tubuh jatuh sakit.

Namun penataan ulang hari ini bergerak ke arah yang berbeda.

Ia memperkenalkan kembali batas yang dulu coba dihapus: batas antara mereka yang ditanggung dan mereka yang dianggap mampu menanggung sendiri. Dalam logika fiskal, ini dapat dipahami. Tetapi dalam pengalaman hidup, batas itu tidak selalu nyata.

Dalam ekonomi kesehatan, dikenal istilah catastrophic health expenditure—situasi ketika biaya pengobatan menghancurkan kondisi finansial seseorang. Fenomena ini tidak hanya menimpa kelompok miskin. Ia justru sering terjadi pada mereka yang berada di lapisan tengah: cukup untuk tidak dibantu sepenuhnya, tetapi tidak cukup kuat untuk menanggung risiko besar sendirian.

Di sinilah kegelisahan itu berakar.

Ketika perlindungan dipersempit melalui redefinisi penerima, pertanyaan yang muncul bukan hanya administratif. Ia menjadi filosofis: apakah risiko kesehatan masih dipandang sebagai tanggung jawab bersama, atau perlahan dikembalikan kepada individu?

Pemerintah tentu tidak sepenuhnya menarik diri. Sistem nasional tetap ada. JKA kini diposisikan sebagai pelengkap, bukan penopang utama. Namun bagi masyarakat, perubahan ini tetap terasa sebagai pergeseran: dari jaminan yang luas menuju perlindungan yang lebih selektif.

Dan setiap seleksi selalu membawa konsekuensi.

Ia tidak hanya menyaring angka, tetapi juga membentuk persepsi tentang keadilan. Terutama ketika masyarakat melihat bahwa pembatasan terjadi di satu sisi, sementara di sisi lain masih terdapat ruang-ruang pengeluaran yang dianggap tidak mendesak.

Karena pada akhirnya, anggaran bukan hanya soal kemampuan. Ia adalah pernyataan tentang prioritas.

Dalam konteks ini, mempertahankan prinsip universalitas—atau setidaknya mendekatinya—bukan semata pilihan teknis. Ia adalah posisi moral: tentang bagaimana sebuah masyarakat memilih untuk berbagi risiko.

Aceh, dengan sejarahnya, memiliki alasan kuat untuk mempertahankan posisi itu. Solidaritas di sini bukan konsep abstrak. Ia pernah menjadi cara bertahan hidup.

Menggeser arah kebijakan berarti juga menggeser ingatan itu—perlahan, tanpa suara.

Tentu saja, realitas fiskal tidak bisa diabaikan. Efisiensi diperlukan. Kebocoran harus ditutup. Prioritas harus disusun. Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang tidak boleh hilang: kesadaran bahwa kesehatan bukan sekadar sektor, melainkan fondasi.

Tanpa itu, pembangunan kehilangan pijakan paling dasarnya.

Pada akhirnya, perdebatan tentang JKA bukan hanya tentang siapa yang ditanggung dan siapa yang tidak. Ia adalah cermin dari cara kita melihat satu sama lain sebagai sesama warga.

Apakah kita masih berbagi risiko?
Ataukah kita mulai menanggungnya sendiri-sendiri?

Jawaban atas pertanyaan itu tidak hanya akan menentukan masa depan JKA, tetapi juga arah Aceh sebagai sebuah masyarakat.

Aiyub Bustamam
(Penulis adalah Founder Taman Edukasi Anak Pemulung Aceh)

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Nasib Pilot Belum Diketahui

Purnawirawan TNI Singgung Izin Terbang Militer AS hingga Misi Lebanon

ASPEK.ID, JAKARTA - Sejumlah purnawirawan TNI menyampaikan berbagai masukan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pertahanan,...

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

ASPEK.ID, JAKARTA - Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan dukungan terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan...

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar pertemuan dengan sejumlah purnawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta,...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

JKA dan Solidaritas yang Retak

JKA dan Solidaritas yang Retak

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Nasib Pilot Belum Diketahui

Purnawirawan TNI Singgung Izin Terbang Militer AS hingga Misi Lebanon

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Golkar-PKS Kompak Dukung Batas Jabatan Ketum Parpol 2 Periode

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

Menhan Kumpulkan Purnawirawan TNI, Andika-Gatot Ikut Hadir

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In