• Latest
  • Trending
Danantara Buka Alasan Antam dan PTBA Kembali Sandang Status Persero

Danantara: PT DSI Dibentuk untuk Cegah Transfer Pricing, Bukan Jadi Makelar Ekspor

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

BGN Masih Kaji soal Rencana Setop MBG buat Anak Orang Kaya

Dramatis! Tembakan Warnai Penangkapan Dua Tersangka Sabu di Bireuen

Bos Perusahaan Meninggal dengan Luka Tembak di Hotel Jakarta Selatan

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Prabowo Beri Waktu 30 Hari ke BGN untuk Benahi MBG

Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia

Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Punya Utang Rp 1,6 Triliun, Terbesar untuk Dapur MBG

Polda Metro Pastikan Emas 74 Kg hingga Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli

Polda Metro Pastikan Emas 74 Kg hingga Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli

Dubes Qatar Sambangi Kediaman Jokowi, Obrolkan Timur Tengah hingga Hubungan RI-Qatar

Dubes Qatar Sambangi Kediaman Jokowi, Obrolkan Timur Tengah hingga Hubungan RI-Qatar

Kapal Perang dan Boeing Dikerahkan Cari Korban Kapal Karam di Sulawesi Selatan

Kapal Perang dan Boeing Dikerahkan Cari Korban Kapal Karam di Sulawesi Selatan

Polri Serahkan Don Ritto, 74 Kg Emas dan Uang Rp543 M ke Kejagung

Polri Serahkan Don Ritto, 74 Kg Emas dan Uang Rp543 M ke Kejagung

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Hotman Paris Turun Mendampingi

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Hotman Paris Turun Mendampingi

Rapat Banggar DPRD Riau Ricuh, Pimpinan Dewan dan Anggota Cekcok hingga Saling Pukul

Rapat Banggar DPRD Riau Ricuh, Pimpinan Dewan dan Anggota Cekcok hingga Saling Pukul

Anies Tunjuk Eks Menteri ESDM Jadi Komut Transjakarta

Datangi Kejagung, Sudirman Said Jalani Pemeriksaan Ketiga di Kasus Petral

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Danantara: PT DSI Dibentuk untuk Cegah Transfer Pricing, Bukan Jadi Makelar Ekspor

by REDAKSI
Juni 13, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Danantara Buka Alasan Antam dan PTBA Kembali Sandang Status Persero

Dony Oskaria diwawancara cegat di sela Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Jakarta, Jumat.​​​​​​ (13/2). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

ASPEK.ID, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menegaskan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak dibentuk untuk mengambil alih atau menjadi perantara ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Perusahaan tersebut justru difokuskan untuk mengawasi praktik perdagangan guna mencegah kebocoran penerimaan negara.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan DSI hadir untuk memastikan komoditas SDA strategis Indonesia diekspor dengan harga yang wajar dan sesuai nilai sebenarnya.

“Tujuan kita sebenarnya ‘eh, lu jualnya dengan harga yang bener dong’. Tujuan kita kan itu sebenarnya. Bukan mengambil barang mereka dan menjadi calo yang kemudian menjual,” kata Dony dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).

BacaJuga

BGN Masih Kaji soal Rencana Setop MBG buat Anak Orang Kaya

Bos Perusahaan Meninggal dengan Luka Tembak di Hotel Jakarta Selatan

Prabowo Beri Waktu 30 Hari ke BGN untuk Benahi MBG

Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia

BGN Punya Utang Rp 1,6 Triliun, Terbesar untuk Dapur MBG

Polda Metro Pastikan Emas 74 Kg hingga Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli

Menurut Dony, pemerintah selama ini masih menghadapi praktik transfer pricing dan under invoicing yang berpotensi mengurangi penerimaan negara. Praktik tersebut dilakukan melalui penjualan komoditas ke perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga di bawah pasar maupun pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Karena itu, DSI dibentuk sebagai instrumen pengawasan untuk memastikan nilai ekspor tercatat secara wajar dan memberikan manfaat yang optimal bagi negara dan masyarakat.

Hingga akhir 2026, fokus utama DSI adalah mencegah praktik manipulasi harga tersebut. Selama masa transisi yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 31 Desember 2026, kegiatan ekspor tetap berjalan normal dan pelaku usaha tetap mengendalikan operasional bisnisnya.

Meski demikian, eksportir diwajibkan melaporkan aktivitas perdagangan mereka kepada DSI melalui integrasi sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Dony meminta pelaku usaha dan investor tidak khawatir terhadap kebijakan tersebut. Pemerintah, kata dia, tetap menghormati seluruh kontrak dagang yang telah berjalan dan tidak berniat mengganggu sistem bisnis yang ada.

“Tidak ada keinginan pemerintah untuk menghancurkan sistem pendapatan kita. Justru kami ingin pendapatan kita jadi lebih besar,” ujarnya.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan tersebut setiap tiga bulan untuk memastikan tidak terjadi gangguan terhadap rantai pasok komoditas nasional.

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

BGN Masih Kaji soal Rencana Setop MBG buat Anak Orang Kaya

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) masih mengkaji rencana penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak yang berasal...

Dramatis! Tembakan Warnai Penangkapan Dua Tersangka Sabu di Bireuen

Bos Perusahaan Meninggal dengan Luka Tembak di Hotel Jakarta Selatan

ASPEK.ID, JAKARTA - Seorang pria berinisial WH (47) yang diduga merupakan pejabat teras sebuah perusahaan ditemukan meninggal dunia di salah...

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Prabowo Beri Waktu 30 Hari ke BGN untuk Benahi MBG

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu selama satu bulan atau 30 hari kepada Badan Gizi Nasional (BGN)...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Putra Mayjen TNI Aang Kunaefi Dikabarkan Jadi Dirut Pos Indonesia

Putra Mayjen TNI Aang Kunaefi Dikabarkan Jadi Dirut Pos Indonesia

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Dudung Sidak Dapur MBG di Jakbar, Temukan Belatung hingga Area Kotor

BGN Masih Kaji soal Rencana Setop MBG buat Anak Orang Kaya

Dramatis! Tembakan Warnai Penangkapan Dua Tersangka Sabu di Bireuen

Bos Perusahaan Meninggal dengan Luka Tembak di Hotel Jakarta Selatan

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Prabowo Beri Waktu 30 Hari ke BGN untuk Benahi MBG

Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia

Truk Tabrak 8 Kendaraan di Sibolangit Sumut, 4 Orang Meninggal Dunia

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In