ASPEK.ID, JAKARTA -Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jusuf Hamka menilai gejolak pasar saham saat ini menjadi peluang bagi pengusaha untuk masuk ke pasar. Dia menyatakan telah menyiapkan konsorsium bersama sejumlah rekannya untuk membelanjakan Rp5 triliun di pasar saham pada Senin besok, 19 Oktober 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi merespons momentum pasar saham Indonesia yang sedang mengalami koreksi tajam.
“Menurut saya ini adalah kesempatan untuk membeli, it’s time to buy, biasanya kalau sesuatu yang sudah turun tajam akan berbalik segera naik dengan tajam,” ujar Jusuf Hamka lewat video singkat di Instagram resminya, Minggu (18/10/2026).
Ia mengatakan, pengusaha seharusnya melihat gejolak pasar sebagai peluang bisnis, bukan semata-mata sebagai ancaman.
Jusuf Hamka juga menyoroti sejumlah saham perbankan yang dinilainya menawarkan dividen menarik, di antaranya Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA.
“Rata-rata dividennya itu 8-9 persen,” tuturnya.
“Kita megang ini saja barang ini mendapat dividen setiap tahun. Sehingga kalau harga saham yang reborn kita bisa jual,” sambungnya.
“Kalau kita sebagai warga negara berpangku tangan saja siapa yang membela negeri kita?” tanya Jusuf Hamka.
Karena itu, ia mengajak para pengusaha untuk bergerak bersama pemerintah dan menunjukkan kepedulian terhadap Tanah Air melalui partisipasi di pasar saham.
“Oleh sebab itu saya mengimbau teman-teman pengusaha yuk sama-sama bergandengan tangan dengan pemerintah. Kalau kelompok saya saja bisa Rp5 triliun belanja kalian bisa banyak puluhan ribu pengusaha kita yang mampu ayo tunjukkan rasa cinta kita Tanah Air, rasa nasionalisme kita, kalau bukan kita siapa yang bela negeri kita,” tegasnya.
Ia berharap aksi pembelian saham pada Senin dapat menjadi momentum bagi pengusaha lain untuk turut berpartisipasi. Jusuf Hamka juga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu melewati gejolak yang terjadi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintahan Presiden Prabowo saya yakin dia orang amanah dan semua bisa kita lewati. Ayo pengusaha yang telah menikmati hasil alam hasil bumi mulailah kita tunjukkan bangkit untuk negeri,” pungkas Jusuf Hamka.
















