• Latest
  • Trending
Jadi Klaster Covid-19, 52 Kantor di Jakarta Ditutup

Kemenkeu: RI Sudah Resesi Sejak Kuartal I

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

MotoGP Mandalika Serap 9.000 Pekerja, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Tolak Privasi, WA Tak Bisa Diakses Mulai 15 Mei

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

Pemerintah Tolak Tuduhan Komnas HAM Pelaksanaan MBG Langgar HAM

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

Anwar Ibrahim HP Prabowo Bahas Kabut Asap

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Seskab Teddy Ajak warga Dukung 2 Pembalap Indonesia di MotoGP Mandalika 2026

Emas Batangan Antam Menguat

Harga Emas Antam 10 Oktober 2026 Naik, Segini Harga 1 Gram

Ketua Dewan Pakar Golkar Tegaskan Pengunduran Airlangga Bukan Karena Tekanan Internal

Gerindra Apresiasi Golkar Dukung Prabowo Jadi Capres di 2029

Jasa Tirta II Luncurkan Project Konservasi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan

Prabowo Tagih Progres Kampung Nelayan, Target 1.386 Akhir 2026

Netflix Razia Sharing Password,  Konsumen Turun

Netflix Berencana PHK 5% Karyawan

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Kelas Menengah Berkurang Mengancam Daya Beli

Kapolri Pimpin Sertijab, Komjen Asep Jadi Irwasum

Kapolri Pimpin Sertijab, Komjen Asep Jadi Irwasum

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kemenkeu: RI Sudah Resesi Sejak Kuartal I

by Zamzami Ali
September 25, 2020
in EKONOMI
Jadi Klaster Covid-19, 52 Kantor di Jakarta Ditutup

Pemandangan Kota Jakarta. [Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Febrio Kacaribu menjelaskan tentang kosep resesi ekonomi dalam acara virtual Kupas Tuntas Ekonomi & APBN, Jum’at (25/9).

“Supaya kita gampang memahaminya, pakai rule of thumb. (Resesi terjadi) kalau dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif. Secara substansial resesi tidak terjadi tiba-tiba. Ini adalah proses perlambatan ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tanda-tanda resesi di Indonesia sudah mulai dari kuartal pertama, bukan dari kuartal kedua.

BacaJuga

Prabowo Tagih Progres Kampung Nelayan, Target 1.386 Akhir 2026

Kelas Menengah Berkurang Mengancam Daya Beli

Kemenkeu Potong Anggaran BGN Rp38 T

Menkeu Suahasil; Pertumbuhan Global Melambat, Ekonomi Geopolitik Masih Memanas

Laris Sewa Kantor di Jantung Bisnis Jakarta

Indonesia Target Ekspor Beras ketiga Negara

“Tanda-tandanya sudah mulai bukan di kuarter kedua, di kuarter pertama pun sudah signifikan sekali pertumbuhan ekonominya terkoreksi,” paparnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan selalu rata-rata positif 5% dianggap sebuah kewajaran. Namun, begitu ada penurunan di bawah 5%, 1 hingga 2 kuarter dimana di Q1 sudah di bawah 5%, dan di Q2 (-5,3%).

Bahkan di kuarter ketiga (Q3) ekspektasi pertumbuhan antara (-2,9%) hingga (-1%), artinya waktu perlambatan ekonomi sudah berkepanjangan, dan itu bisa disebut resesi.

Ia bahkan mengatakan sepanjang tahun ini Indonesia sebenarnya telah mengalami resesi. Tetapi ia tetap berharap untuk memfokuskan kuarter 4 tumbuh lebih lebih baik.

“Bayangkan pertumbuhan ekonomi kita selalu positif. Paling gampang, 5% pertahun dalam 10 terakhir. Seakan-akan 5% pertahun menjadi tren bahwa itu wajar setiap tahun kita expect pertumbuhan ekonomi kita 5%. Begitu pertumbuhan di bawah 5% dalam 1-2 kuarter itu menjadi pertanyaan. Apakah itu terjadi berkepanjangan? (-3% )di Q1, -5,3 di Q2. Katakanlah di Q3 antara (-2,3 hingga -1%) negatif tapi sudah membaik dari Q2. Dari kuarter 1,2,3 sudah berkepanjangan perlambatan ekonomi. Kalau dari resesinya kita sudah resesi sepanjang tahun ini. Q4 harapannya lebih baik lagi,” jelasnya.

Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q2 masih lebih lebih baik dibanding dengan India (-24%), Thailand (-12,2%), atau Filipina (-16,5%).

“India contohnya 24% koreksinya di Q2, di Q3 belum terlalu jauh membaik. Hal yang sama di Thailand 12,2% minusnya di Q2. Kuarter ke tiga juga tidak membaik. Indonesia memang jelek di Q2, tapi dibandingkan seluruh dunia, bahkan Q3 relatif lebih baik dibanding negara lain,” jelasnya.

Ia menambahkan dari sekitar 180 negara di dunia, 92% dipastikan pertumbuhannya akan negatif atau masuk krisis di tahun 2020 ini. Banyak negara agresif sekali melebarkan defisit fiskalnya belum lagi moneternya.

Indonesia belum pernah mendorong defisitnya hingga 6,3% untuk mengantisipasi dampak Covid-19. Indonesia terbilang dalam kisaran sedang (mild) dan efektif mengelola utangnya.

Ia juga menggarisbawahi perlindungan sosial yang mengalami kemajuan penyaluran bansos di bulan Agustus untuk 40% penduduk termiskin.

Demikian juga pekerja dengan Upah Minimal Provinsi (UMP) sudah kembali bekerja lagi ditambah dengan subsidi gaji dari Bantuan Presiden (Banpres).

Ia berharap di tahun 2021 bisa pulih lebih cepat di pertumbuhan 4,5% sampai 5,5% dengan kerja keras menghadapi tantangan Covid-19 yang belum usai.

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

72 Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan MBG

Kemenkeu Potong Anggaran BGN Rp38 T

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami efisiensi sekitar Rp38 triliun. Dengan penyesuaian tersebut,...

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Kemenkeu Ubah Aturan, BI Tak Lagi Jadi Tempat Penempatan Uang Negara

ASPEK.iD, JAKARTA -  Kemenkeu mengubah skema pengelolaan kelebihan kas pemerintah pusat. Dalam aturan terbaru, Bank Indonesia (BI) tak lagi tercantum...

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

DPR Desak Kemenkeu Cairkan Dana Darurat Rp290 M untuk Karhutla

ASPEK.ID, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar untuk operasional...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In