• Latest
  • Trending

Kinerja GMF AeroAsia Diprediksi Positif Tahun Ini

Hanya 26,4 Persen Warga Nilai Penegakan Hukum di Indonesia Baik

Hanya 26,4 Persen Warga Nilai Penegakan Hukum di Indonesia Baik

Jaksa Agung:  Kasus Eks Jampidus Ujian berat; Minta Maaf ke Publik

Survei SMRC: Hanya 13,5 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Baik

Survei SMRC: Hanya 13,5 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Baik

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Tunai Lebih dari Rp4 M

SMRC Ungkap Hampir Separuh Warga Nilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk

SMRC Ungkap Hampir Separuh Warga Nilai Kondisi Ekonomi Nasional Buruk

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Kepuasan terhadap Kinerja Prabowo Merosot 30 Persen, Survei SMRC Ungkap Penyebabnya

KEK Arun dan Green Data Centre

Kapal Tenggelam di Selat Bangka, Stok dan Distribusi LPG Dipastikan Aman

Jaga Ketahanan Energi, 45,9 Ribu Metrik Ton LPG dari AS Tiba di PT Pertamina Patra Niaga

RI Tawarkan Investasi Data Center ke China

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Pertamina & Pelita Air Jual Produk UMKM di PAS Sky Shop

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Indonesia Siap Olah 1 Juta Ton Tebu Jadi Bioetanol

Mengintip Kesiapan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1, Akses Pendukung Mudik Lebaran 2026

Kementerian PU: 4 Jalan Tol Bisa Mendarat Pesawat Tempur

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kinerja GMF AeroAsia Diprediksi Positif Tahun Ini

by Zamzami Ali
Januari 26, 2022
in BUMN

Kegiatan perawatan pasawat di hanggar Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Tangerang, Banten. [Foto: Jawapos]

Kinerja PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) diprediksi positif pada 2022, seiring mulai pulihnya kinerja operasional, terus bertumbuhnya performa keuangan perusahaan, dan strategi diversifikasi bisnis yang telah berjalan.

“Kinerja tahun ini semestinya diproyeksikan mulai berjalan dengan progresif selama pemerintah tidak menerapkan kebijakan restriksi secara lebih ketat,” kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta dalam keterangan di Jakarta dilansir Antara, Rabu (26/1).

Nafan menjelaskan di tengah situasi COVID-19 yang memukul industri penerbangan ini, GMFI mendapatkan angin segar yang dapat memicu kinerja perusahaan pada tahun ini.

BacaJuga

Laba IPCC Anjlok 9,3%! Pendapatan Stagnan, Arus Kas Operasi Ikut Tertekan

Garuda Indonesia dan Identitas Negara di Langit Dunia

Prabowo : Akhir 2026 Hanya ada 350 BUMN  dari 1.077 BUMN

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Dony Oskaria Tunjuk Iskandar Kunaefi Jadi Dirut Pos Indonesia

Danantara Siapkan Telkom Enterprise Jadi Integrator Bisnis, Bidik Pertumbuhan hingga 30%

Pertama, mulai naiknya penerbangan pada akhir 2021 seiring dengan mulai membaiknya penanganan COVID-19 di Indonesia.

Kedua, diversifikasi bisnis oleh perseroan di luar induknya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang mulai berbuah manis.

Pada akhir 2021, GMFI terlibat dalam proyek modernisasi dan penggantian center wing box untuk pesawat C130H milik TNI AU setelah berkontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada tahun lalu untuk memodifikasi total delapan unit pesawat secara berkala.

Selain dengan Kemhan, perseroan berkontrak dengan TNI AU untuk pemeliharaan beberapa mesin, mendukung layanan komponen dan material untuk mendukung overhaul pesawat 737.

Perseroan berhasil meningkatkan event maintenance pada segmen perawatan pesawat kargo, khususnya Boeing 747 wide body, serta perawatan reaktivasi pesawat menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat dan permintaan pengembalian pesawat ke lessor.

Perseroan juga berhasil mengembangkan kapabilitas perawatan line maintenance untuk perawatan pesawat Boeing 787 milik maskapai asal Jepang, dari semula bersifat assist menjadi full release.

Dipercayanya GMFI oleh sejumlah maskapai, baik domestik maupun asing yang tersebar di benua Asia, Eropa, dan Amerika juga turut memperbesar persentase porsi pendapatan dari segmen non-afiliasi sekitar 8 persen dibandingkan 2020.

Lebih lanjut, GMFI juga berpeluang untuk bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam menghadirkan layanan MRO berstandar global di Bandara Kertajati, Majalengka.

“Potensi pendapatan GMFI dari luar Garuda mulai membaik sebagai strategi diversifikasi manajemen. Tinggal maksimalkan efisiensi bisnis mengingat masa pandemi COVID-19 masih belum berakhir,” kata Nafan.

Ketiga, di tengah situasi COVID-19 yang memukul industri penerbangan, perseroan berhasil melakukan penghematan yang efektif.

Sampai dengan kuartal III-2021, GMFI membukukan pendapatan sebesar 165,37 juta dolar AS atau turun 13,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perseroan berhasil memangkas beban perusahaan hingga September 2021.

GMFI berhasil menekan rugi usahanya menjadi 27,68 juta dolar AS. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya rugi usaha perusahaan sebesar 178,16 juta dolar AS.

Dengan begitu, perusahaan semakin memperkecil rugi bersih yang dideritanya menjadi 38,94 juta dolar AS dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 160,60 juta dolar AS.

“Meskipun pendapatan sembilan bulan 2021 tidak terlalu jauh berbeda dengan sembilan bulan 2020, namun dari sisi kerugian bersih bisa turun sangat signifikan,” ujar Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan.

Ia berharap GMFI terus bisa mempertahankan efisiensinya dan kondisi saat ini menjadikan diversifikasi tersebut sebagai pilihan terbaik.

“Selain itu, perlu diapresiasi langkah manajemen yang berusaha keras bagaimana perusahaan bisa mendapatkan pendapatan,” ujar Alfred.

Pengamat pasar modal Lucky Bayu Purnomo menilai GMFI masih ada prospek sebab “captive market” masih ada.

“Prospek pendek memang masih bukan pilihan. Tapi jangka panjang investor bisa positif. Karena sekarang investor mengharapkan GMFI bisa mengembangkan market share dan juga pendapatan organik sendiri, di luar pendapatan dari Induknya,” ujar Lucky.

Ia mengatakan bahwa manajemen perlu semakin mendiversifikasi pendapatan dan jasa servisnya dan menerapkan tata kelola perusahaan yang lebih ramping, efisien, dan tepat guna.

Komentar
Share114Tweet72SendShareShare20Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) anak usaha Garuda Indonesia | Foto: istimewa

Anak Usaha Garuda Laba Rp53,57 Miliar

Emiten bengkel pesawat milik Grup Garuda Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. (GMFI) menorehkan kinerja gemilang sepanjang 2022 dengan...

PT GMF Aero Asia Tbk (GMFI) anak usaha Garuda Indonesia | Foto: istimewa

Bengkel Garuda Jajal Rawat Pesawat Militer

Emiten bengkel Garuda Indonesia, PT GMF Aero Asia Tbk. (GMFI) sedang menjajal garapan baru dengan melakukan perawatan pesawat militer. Direktur...

GMF dan AP I Sepakat Kembangkan Hanggar Pesawat di Makassar

GMF dan AP I Sepakat Kembangkan Hanggar Pesawat di Makassar

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Buruh akan Gelar Demo Besar Hingga Mogok Makan, Tuntut Kenaikan Upah 10,5 Persen

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Hanya 26,4 Persen Warga Nilai Penegakan Hukum di Indonesia Baik

Hanya 26,4 Persen Warga Nilai Penegakan Hukum di Indonesia Baik

Jaksa Agung:  Kasus Eks Jampidus Ujian berat; Minta Maaf ke Publik

Survei SMRC: Hanya 13,5 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Baik

Survei SMRC: Hanya 13,5 Persen Warga Nilai Kondisi Politik Nasional Baik

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Sita Uang Tunai Lebih dari Rp4 M

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In