ASPEK.ID, JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026). Mata uang Negeri Paman Sam itu bergerak mendekati level psikologis Rp 17.900.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS dibuka menguat 0,24% ke posisi Rp 17.890 per dolar AS. Posisi tersebut lebih tinggi dibanding penutupan perdagangan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 17.847 per dolar AS.
Penguatan dolar AS juga terlihat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, meski pergerakannya cenderung bervariasi. Terhadap euro (EUR), dolar AS naik 0,01%, sementara terhadap yen Jepang (JPY) menguat 0,08%.
Dolar AS turut mencatat kenaikan tipis terhadap poundsterling Inggris (GBP) sebesar 0,01% dan dolar Kanada (CAD) sebesar 0,04%.
Di sisi lain, mata uang AS melemah terhadap beberapa mata uang lain. Dolar AS turun 0,11% terhadap dolar Australia (AUD) dan melemah 0,05% terhadap franc Swiss (CHF).
Sementara itu, data RTI Business menunjukkan penguatan dolar AS sedikit lebih besar. Pada perdagangan pagi ini, dolar AS tercatat naik 0,30% ke level Rp 17.879.
Secara tahunan, dolar AS telah menguat sekitar 7,21% terhadap rupiah sepanjang 2026, mencerminkan tekanan yang masih membayangi pergerakan mata uang Garuda tahun ini. []















