Berikut ini kisah Luhut Binsar Pandjaitan kenal NU yang dikutip dari FB Luhut, Selasa (7/2/2023).
Perkenalan saya dengan organisasi masyarakat Islam terbesar ini terjadi sejak usia saya 46 tahun saat bertugas di Madiun, Jawa Timur. Salah satu tokoh yang saya kagumi dan jadikan panutan adalah Presiden ke-empat RI Alm KH. Abdurrahman Wahid. Banyak nilai-nilai kemanusiaan yang Gus Dur ajarkan kepada saya. Ajaran itu saya percaya juga merupakan nilai-nilai NU.
Hari ini saya ikut duduk bersama warga Nahdliyin dalam rangka memperingati sekaligus merenungi sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Saya menganggap yang pertama kali ingin Indonesia menjadi satu negara kesatuan adalah para pendiri NU. Inilah yang harus dipelihara dan diwariskan sebagai kebanggaan kita di NKRI, lepas apapun suku, agama, keyakinan dan ras nya. Salah satu wujud nyata menjaga persatuan dan kesatuan yang secara terus menerus dibuktikan oleh NU, bukan hanya menjaga falsafah dan ideologi bangsa tetapi juga terus bersinergi secara proaktif dengan pemerintah.
Dengan berjalan kaki sembari berdesakan dengan hadirin lainnya, saya yakin kita semua merasakan suka cita dan kebanggan karena bisa hadir memperingati Harlah 1 Abad NU. NU sudah membuktikan diri masih kokoh dan solid sebagai organisasi keagamaan yang berhasil menjadi model percontohan bukan hanya di dalam, tetapi juga di luar negeri. Ada kesamaan yang saya lihat di NU dan Kopassus, kami sama-sama diajarkan untuk tegak lurus dengan komando atasan. Barangkali itulah yang membuat Kopassus menjadi tim yang tangguh dan NU menjadi organisasi yang berhasil karena setia pada pemimpinnya.
Meski sudah menempuh abad pertama dengan pencapaian yang luar biasa, namun tantangan besar karena gejolak perekonomian global belum kunjung mereda. Saya berharap NU bisa memperkuat ketahanan ekonomi warganya sesuai dengan semangat besar pendirinya, KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah yang terejawantahkan lewat Nahdlatut Tujjar. Dengan 108 juta anggota atau setara dengan 49,5% penduduk muslim Indonesia, saya yakin NU akan menjadi kekuatan besar di masa depan untuk perekonomian masyarakat Indonesia.
Selamat merayakan 1 Abad, Nahdlatul Ulama. Selamat datang di Abad Kedua. Tetaplah setia dan kompak untuk merawat jagat dan membangun peradaban nusantara.
























