• Latest
  • Trending
10 Rencana Strategis Kementerian Dalam Negeri

Mendagri: Aceh Masih Butuh Dana Otsus, Pemulihan Bencana Diperkirakan 3 Tahun

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

Wapres Gibran Tinjau  Pendangkalan Sungai di Cilacap

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Tercantum di LHKPN Bisa Dirampas

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mendagri: Aceh Masih Butuh Dana Otsus, Pemulihan Bencana Diperkirakan 3 Tahun

by Muhammad Fadhil
April 13, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
10 Rencana Strategis Kementerian Dalam Negeri

Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. [Foto: Humas Kemendagri]

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) untuk Aceh. Ia menilai daerah tersebut masih membutuhkan dukungan fiskal tambahan, terutama untuk mempercepat pemulihan pascabencana yang diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun.

Usulan itu disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).

Tito mengatakan aspirasi perpanjangan otsus kerap ia terima saat melakukan kunjungan ke Aceh maupun saat menerima perwakilan daerah tersebut di Jakarta. Menurutnya, kondisi sosial-ekonomi Aceh masih tertinggal dibandingkan rata-rata nasional.

BacaJuga

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

“Memang ada dalam kunjungan-kunjungan dan juga menerima delegasi dari Aceh, selalu menyampaikan meminta agar, karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional dan Sumatera, pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, masih perlu, mereka masih memerlukan dana otonomi khusus,” kata Tito.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga berharap besaran dana otsus bisa ditingkatkan, mengacu pada skema yang berlaku di Papua.

“Dan mengusul ya mungkin melihat dari Papua bertambah 2,25% sampai tahun 2040 ya, 41 ya? Dan kemudian mereka juga mengharapkan otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25% kembali ke 2%. Itu permintaannya dari teman-teman di sana,” ujarnya.

Tito menilai usulan tersebut cukup rasional, terlebih Aceh masih menghadapi tantangan besar akibat serangkaian bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan, proses pemulihan saat ini masih berjalan dan baru ditargetkan mencapai kondisi normal fungsional dalam waktu dekat.

“Saya sebagai Ketua Satgas memperkirakan itu lebih kurang timeline-nya menuju normality, hanya normal fungsional, mungkin 2 bulan 3 bulan ke depan masih bisa, bisa menuju normal fungsional saja,” ucapnya.

Namun, proses tersebut kerap terganggu oleh bencana susulan, seperti banjir dan longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah.

“Kemarin minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini. Kemudian juga dua hari yang lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupatinya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana. Padahal sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ya,” ungkapnya.

Menurut Tito, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa upaya perbaikan harus dilakukan berulang kali akibat kerusakan yang terus terjadi.

“Inilah situasi lapangan. Jalan yang putus lagi padahal sudah dibuka. Ini sekarang sedang kerja keras semua dari TNI, Polri, kemudian Kementerian PU, BNPB semua sedang bekerja untuk melakukan normalisasi kembali,” lanjutnya.

Ia memperkirakan, pemulihan menyeluruh baru dapat tercapai dalam jangka waktu paling cepat tiga tahun, mengingat skala kerusakan yang cukup besar.

“Tapi jujur bahwa apa untuk melakukan pemulihan ini paling cepat menurut saya adalah tiga tahun,” ujarnya.

Tito memaparkan, dampak bencana mencakup lebih dari 4.000 fasilitas pendidikan, sekitar 36.000 rumah rusak berat atau hilang, serta 79 sungai yang perlu dinormalisasi.

Dengan kondisi tersebut, ia kembali menegaskan pentingnya perpanjangan dana otsus sebagai salah satu instrumen pendukung pemulihan Aceh.

“Ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2%, saran kami,” tuturnya. []

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

  ASPEK.ID, CILACAP -Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta penguatan pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam pertemuan dengan...

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia...

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

  ASPEK.ID, SINGAPURA - Pemerintah Singapura menambah usia pensiun hingga usia 70 tahun. Pemerintah juga menyiapkan skema pekerjaan dengan beban...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In