ASPEK.ID, JAKARTA – Mengapa Generasi Z (Gen Z) terlihat lebih tua dibandingkan Generasi Milenial, meski secara usia mereka lebih muda. Generasi Z merupakan kelompok yang lahir setelah Milenial. Pada 2026, anggota tertua Gen Z berusia sekitar 30 tahun. Sementara sebagian Milenial kini telah memasuki atau mendekati usia 40 tahun.
Namun, di media sosial justru muncul anggapan bahwa sejumlah Milenial tampak lebih muda daripada Gen Z. Perbedaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan, mengapa sebagian Gen Z terlihat lebih tua, sementara Milenial justru dianggap lebih awet muda.
Dilansir dari The Standard (7/2/2026), sejumlah ahli menilai, perbedaan tampilan usia tidak bisa dijelaskan hanya dari satu faktor. Kebiasaan merawat kulit, tingkat stres, gaya hidup, tren kecantikan, hingga penggunaan prosedur kosmetik dapat memengaruhi bagaimana seseorang terlihat.
Dokter kulit asal Amerika Serikat (AS), Dr. Kellie Reed menilai, tekanan sosial, gaya hidup, dan tren kecantikan menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi kulit dan membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.
Berikut sejumlah faktor yang dapat berkontribusi dilansir dari Kompas, Senin (24/8//2026).
- Tingkat stres yang tinggi
Stres merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi proses penuaan kulit. Gen Z kerap disebut sebagai generasi yang menghadapi tekanan psikologis cukup tinggi. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, perubahan hormon, termasuk peningkatan kortisol, dapat memengaruhi kondisi kulit dan proses peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi berdampak pada produksi kolagen dan kesehatan kulit.
- Lebih dini melakukan prosedur kosmetik
Tumbuh besar di tengah perkembangan media sosial membuat Gen Z lebih sering terpapar standar kecantikan dan tuntutan untuk tampil sempurna. Kondisi tersebut dapat mendorong sebagian anak muda melakukan prosedur kosmetik, seperti filler, Botox, hingga perawatan laser pada usia yang relatif muda.
- Kebiasaan gaya hidup
Gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kurang tidur, pola makan yang kurang baik, minim aktivitas fisik, hingga terlalu lama menatap layar dapat berkontribusi terhadap kondisi tubuh dan kulit.
Penggunaan rokok elektrik atau vape juga menjadi salah satu kebiasaan yang banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Berbagai kebiasaan tersebut, jika berlangsung dalam jangka panjang, dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan, termasuk kondisi kulit.














