JAKARTA — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmi memiliki Direktur Utama baru. Pemegang saham perusahaan mengukuhkan Harris Abdi Sembiring Meliala sebagai Direktur Utama PTK pada Kamis (20/8/2026).
Pengukuhan Harris berlangsung di Kantor Pusat PTK, Jakarta. Pergantian kepemimpinan tersebut dilakukan ketika PTK tengah memperkuat integrasi operasional dan mengembangkan bisnis jasa maritim di bawah Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) Pertamina.
Harris mengatakan posisi tersebut merupakan amanah sekaligus tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi PTK. Ia menyatakan akan mendorong penguatan layanan operasional perusahaan.
Dalam kepemimpinannya, Harris memperkenalkan kerangka strategis SIAP, yang merupakan singkatan dari Solutive, Integrity, Adaptive, dan Proven. Kerangka tersebut akan menjadi salah satu pedoman operasional perusahaan ke depan.
Menurut Harris, PTK perlu terus beradaptasi menghadapi dinamika industri perkapalan dan restrukturisasi organisasi. Perusahaan juga akan memperkuat kapabilitas operasional di pasar captive maupun non-captive serta membuka peluang pasar baru.
Rekam Jejak di Pertamina
Harris bukan orang baru di lingkungan Pertamina. Ia memulai karier di Pertamina pada 2003 dan telah menduduki sejumlah posisi di berbagai entitas Pertamina Group.
Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PTK, Harris pernah menjabat Vice President Crude & Gas Operation PT Pertamina International Shipping pada 2020-2024.
Ia kemudian dipercaya sebagai Vice President Clean Petroleum Tanker PT Pertamina International Shipping pada 2024-2026. Pada 2026, Harris juga tercatat pernah menjabat Principal Expert III Armada Logistik di Pertamina Patra Niaga.
Dari sisi pendidikan, Harris merupakan lulusan Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 2013.
Memimpin Perusahaan dengan Laba Rp 1,32 Triliun
Harris masuk ke PTK ketika perusahaan mencatatkan kinerja keuangan yang cukup kuat.
Pada 2025, PTK membukukan laba bersih sekitar Rp 1,32 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai sekitar Rp 1,07 triliun. Pendapatan usaha PTK pada 2025 juga tercatat sekitar Rp 8,4 triliun.
Kinerja tersebut menjadi modal bagi manajemen baru untuk melanjutkan ekspansi bisnis. Sebelumnya, PTK menargetkan laba bersih 2026 tetap berada di atas Rp 1 triliun di tengah tantangan pelemahan rupiah dan perubahan harga minyak dunia.
Dari sisi operasional, PTK pada 2025 mengoperasikan sekitar 370 armada, dengan total commission days mencapai lebih dari 120.000 hari. Perusahaan juga mencatat layanan keagenan kapal lebih dari 31.000 vessel calls sepanjang 2025.
Peran PTK dalam Bisnis Maritim Pertamina
PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. Bisnisnya mencakup penyediaan dan pengoperasian kapal penunjang, operasi pelabuhan, layanan maritim, serta pangkalan logistik pesisir (shorebase).
Posisi tersebut membuat PTK memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan maritim dan distribusi energi Pertamina di berbagai wilayah Indonesia.















