• Latest
  • Trending
Diteriaki Menteri Pembohong, Mentan Curhat ke Jokowi

Mentan: Rp 2 Triliun Bukan Untung Penggilingan tapi Merampas Hak Rakyat

Netflix Razia Sharing Password,  Konsumen Turun

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Kompetitor Tawarkan Gratis

Ledakan di Pasar Tangsel: 2 Warga Tewas, 6 Ruko Rusak Parah

Ledakan di Pasar Tangsel: 2 Warga Tewas, 6 Ruko Rusak Parah

Menko Polhukam Sebut RI Masih Butuh Jutaan APD Hadapi Covid-19

Mahfud MD: Korupsi BNPB, Bangsa Kita Betul-betul Sakit

KPK: Pemanggilan Menteri ATR Nusron Wahid Tergantung Kebutuhan

KPK: Menteri ATR/BPN Nusron Diagendakan Diperiksa Hari Ini, Kesempatan Klarifikasi

GoTo Gelar RUPSLB, Ganti Direksi & Pembatalan Saham Tresuri

GoTo Gelar RUPSLB, Ganti Direksi & Pembatalan Saham Tresuri

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Ambil Alih PLN Batam & Minta Maaf

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN Gantikan Darmawan Prasodjo

Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN Gantikan Darmawan Prasodjo

Pesawat Terbakar Kena Roket Houthi, Bandara Saudi Setop Penerbangan

Dua WNI Terluka Akibat Serangan di Riyadh

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

F1 di Malaysia Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp4,16 Triliu

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK Bebaskan Sestama BNPB Setelah Terjaring OTT

Kementerian BUMN Kelola Tambang Batubara Tersangka Jiwasraya

Menkop Sebut Kopdes Merah Putih Boleh Kelola Tambang

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

Israel Tolak Pilot WNI Mendarat, Begini Respons Kemenlu RI

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mentan: Rp 2 Triliun Bukan Untung Penggilingan tapi Merampas Hak Rakyat

by Aspek
Juli 30, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Diteriaki Menteri Pembohong, Mentan Curhat ke Jokowi

Andi Amran Sulaiman. Foto: Antara

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan hasil analisis mendalam terhadap tata niaga beras nasional bertajuk Darurat Mafia Beras. Hasil analisis menunjukkan kerugian mencapai Rp 98 triliun akibat peredaran beras premium yang tidak sesuai standar mutu, ditambah potensi kerugian konsumen hingga Rp 71,9 triliun per tahun dari peredaran beras fortifikasi yang tidak memenuhi syarat.

“Angka triliunan rupiah ini bukan keuntungan bisnis yang wajar. Ini merampas hak rakyat,” tegas Mentan Amran dalam keterangan, Kamis (30/7/2026).

BacaJuga

Netflix PHK 1.000 Karyawan, Kompetitor Tawarkan Gratis

Ledakan di Pasar Tangsel: 2 Warga Tewas, 6 Ruko Rusak Parah

Mahfud MD: Korupsi BNPB, Bangsa Kita Betul-betul Sakit

KPK: Menteri ATR/BPN Nusron Diagendakan Diperiksa Hari Ini, Kesempatan Klarifikasi

GoTo Gelar RUPSLB, Ganti Direksi & Pembatalan Saham Tresuri

Danantara Ambil Alih PLN Batam & Minta Maaf

Anggaran Ketahanan Pangan 2025 tercatat Rp 144,6 triliun, disalurkan melalui kementerian dan lembaga Rp 59,42 triliun, Badan Usaha Milik Negara Rp 63,00 triliun, Transfer ke Daerah Rp 22,17 triliun, dan pembiayaan Rp 0,05 triliun.

Dari subsidi tersebut, produksi padi nasional bernilai Rp 537 triliun dengan produksi beras 34,69 juta ton, mengacu Harga Eceran Tertinggi Rp 13,5 juta per ton dan rata-rata harga versi Kementerian Perdagangan Rp 15,5 juta per ton. Namun distribusi keuntungannya timpang. Petani hanya menerima pendapatan rumah tangga Rp 1,87 juta dari alokasi Rp 215 triliun.

Pengusaha penggilingan atau RMU justru menerima porsi terbesar sebesar Rp 259 triliun, dengan temuan spesifik satu grup perusahaan meraup keuntungan tidak wajar hingga Rp 2 triliun per bulan dari praktik penipuan mutu.

Mentan Amran memaparkan hasil analisis subsidi beras pemerintah. Rantai pasok beras dikuasai pengusaha besar atau konglomerat. Konglomerat memanfaatkan subsidi pemerintah untuk kegiatan komersial hingga 40 persen, dan mengambil keuntungan sebesar-besarnya dengan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi.

Temuan di lapangan beberapa waktu lalu menunjukkan, banyak beras premium tidak sesuai Standar Nasional Indonesia, dengan tingkat pelanggaran mencapai 85,56 persen.

Sebanyak 39,75 persen dari total beras premium yang beredar, setara 12,2 juta ton, diperkirakan melanggar standar atau merupakan bentuk penipuan konsumen, dengan total kerugian mencapai Rp 98 triliun.

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Konsumsi Susu Indonesia Kalah dari Myanmar

Amran: 82% Kebutuhan Susu Masih Impor

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut sekitar 82 persen kebutuhan susu nasional masih impor. Ia memperingatkan...

Indonesia Target Ekspor Beras ketiga Negara

Indonesia Target Ekspor Beras ketiga Negara

ASPEK.ID, JAKARTA -  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan ada tiga negara lagi yang jadi sasaran ekspor beras dari Indonesia...

Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun Pakai Uang Pribadi

Mentan Amran Bangun Masjid Rp 1 Triliun Pakai Uang Pribadi

  ASPEK.ID, MAKASSAR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membangun Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In