ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan itu diambil setelah ia berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung.
Kabar tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram resminya pada Rabu (22/7).
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza.
Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, selama lebih dari satu dekade, Nanik dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam kesulitan.
“Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan,” ujarnya.
Ia juga mengenang sejumlah kiprah Nanik dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Salah satunya saat mengangkat kasus Buruh Migran Indonesia (BMI) Wilfrida Soik kepada Prabowo Subianto. Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian hingga Wilfrida memperoleh pembelaan dalam menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia.
Selain itu, kata Dirgayuza, Nanik juga menjadi sosok yang menggagas program becak listrik bagi pengayuh becak lanjut usia sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia,” imbuhnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai siapa yang akan mengisi jabatan Kepala BGN setelah pengunduran diri Nanik S Deyang. []
























