• Latest
  • Trending
KRI Nanggala-402, ‘Monster Laut’ yang Hilang di Laut Bali

Oksigen Habis, Berharap Ada Keajaiban di KRI Nanggala-402

Menkeu Purbaya Siapkan Bersih-Bersih Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Diganti Total

Hoaks Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70% di Sukuk Negara

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Resmi Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Eks Bupati Pati Sudewo Dituntut Penjara 8,5 Tahun

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Dana Haji Rp 184 Triliun Disimpan di Mana? Ini Penjelasan Lengkap BPKH

Sore Ini, PT Angkasa Pura II Gelar RUPS RKAP

Putra Karni Ilyas Jadi Komisaris Independen Angkasa Pura

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Kader PSI: Politik Jokowi Bukan Oligarki

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Oksigen Habis, Berharap Ada Keajaiban di KRI Nanggala-402

by Aspek
April 24, 2021
in NEWS
KRI Nanggala-402, ‘Monster Laut’ yang Hilang di Laut Bali

KRI Nanggala 402. [U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Alonzo M. Archer/Released]

ASPEK.ID, JAKARTA – Sabtu (24/4/2021) pukul 03.00 dini hari secara teori, pasokan oksigen pada kapal selam KRI Nanggala-402 akan habis.

Sekarang berharap ada keajaiban untuk keselamatan 53 awak kapal selam yang hilang kontak sejak Rabu lalu. Kapal selam tersebut hilang kontak di perairan Bali.

Pencarian hari ini memasuki hari keempat. Beberapa negara, seperti Singapura, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, India dan negara lainnya ikut membantu dalam pencarian.

BacaJuga

Hoaks Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70% di Sukuk Negara

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

OJK Resmi Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI

“Ada waktu sampai Sabtu sekitar pukul 03.00 pagi. Semoga kita bisa menemukannya sebelum itu,” ucap Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI, Kamis (22/4/2021).

Direktur Eksekutif Lembaga Maritim Nasional Indonesia Siswanto Rusdi mengatakan kemungkinan orang yang selamat ditemukan di kapal selam itu sangat kecil. Menurutnya, semakin dalam posisi kapal, semakin besar tekanannya.

“Skenario kasus terbaik adalah kru mengalami cedera parah seperti pecah pada gendang telinga dan pembuluh darah, dan skenario terburuk adalah mereka meninggal,” katanya dikutip Straits Times.

Siswanto mencatat bahwa kemampuan sonar kapal penyelamat dapat terhambat oleh sifat dasar kapal selam – kapal siluman yang dirancang tidak dapat terdeteksi.

Para pakar militer sebelumnya khawatir kapal selam itu tenggelam sedalam 700 meter, melebihi kemampuan maksimum menyelamnya yakni 500 meter.

Artinya, tekanannya begitu besar sehingga lambung kapalnya bisa rusak. Korban, jika ada, bisa saja mengalami patah tulang, dan luka hiperbarik lainnya.

Komentar
Share46Tweet29SendShareShare8Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kunjungi PT PAL, Jokowi Tinjau Kapal Selam Perdana di ASEAN Buatan RI

Indonesia Bangun Kapal Selam Scorpene di PT PAL

Surabaya - PT PAL Indonesia memulai proyek pembangunan kapal selam Scorpene untuk TNI Angkatan Laut (TNI AL). Proyek ini ditandai...

Daftar Nama 53 Awak KRI Nanggala-402 yang Hilang di Bali

PAL Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak

 PT PAL Indonesia sedang melakukan pengembangan terhadap kapal selam tanpa awak atau autonomos dengan bekerjasama dengan perusahaan Jerman.Adanya kapal selam...

BPPT: KRI Nanggala-402 Sudah Diuji di Korea  dengan Sistem Terbaru

RI-China Stop Angkat KRI Nanggala 402

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada II Laksamana Pertama TNI I Gung Putu Alit Jaya menyatakan TNI...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In