ASPEK.ID, JAKARTA – Sabtu (24/4/2021) pukul 03.00 dini hari secara teori, pasokan oksigen pada kapal selam KRI Nanggala-402 akan habis.
Sekarang berharap ada keajaiban untuk keselamatan 53 awak kapal selam yang hilang kontak sejak Rabu lalu. Kapal selam tersebut hilang kontak di perairan Bali.
Pencarian hari ini memasuki hari keempat. Beberapa negara, seperti Singapura, Australia, Malaysia, Amerika Serikat, India dan negara lainnya ikut membantu dalam pencarian.
“Ada waktu sampai Sabtu sekitar pukul 03.00 pagi. Semoga kita bisa menemukannya sebelum itu,” ucap Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI, Kamis (22/4/2021).
Direktur Eksekutif Lembaga Maritim Nasional Indonesia Siswanto Rusdi mengatakan kemungkinan orang yang selamat ditemukan di kapal selam itu sangat kecil. Menurutnya, semakin dalam posisi kapal, semakin besar tekanannya.
“Skenario kasus terbaik adalah kru mengalami cedera parah seperti pecah pada gendang telinga dan pembuluh darah, dan skenario terburuk adalah mereka meninggal,” katanya dikutip Straits Times.
Siswanto mencatat bahwa kemampuan sonar kapal penyelamat dapat terhambat oleh sifat dasar kapal selam – kapal siluman yang dirancang tidak dapat terdeteksi.
Para pakar militer sebelumnya khawatir kapal selam itu tenggelam sedalam 700 meter, melebihi kemampuan maksimum menyelamnya yakni 500 meter.
Artinya, tekanannya begitu besar sehingga lambung kapalnya bisa rusak. Korban, jika ada, bisa saja mengalami patah tulang, dan luka hiperbarik lainnya.















