ASPEK.ID, BOGOR – Apakah pagi ini Anda sudah meneguk kopi tanpa pakai gula? Banyak faedah minum kopi. Hal ini dibenarkan oleh Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Widya Khairunnisa Sarkowi menyebutkan bukti ilmiah menunjukkan adanya potensi manfaat kopi bagi kesehatan.
“Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah bahwa kopi dapat merusak hati. Konsumsi yang wajar, bukti ilmiah justru menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko fibrosis hati yang lebih rendah,” ujar Widya, dikutip dari keterangan resmi IPB University, Jumat (9/10/2026).
Dia menuturkan sejumlah penelitian menemukan orang yang rutin minumkopi cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami fibrosis hati, yakni kondisi terbentuknya jaringan parut pada organ hati, maupun sirosis. Bahkan, salah satu penelitian terhadap pasien perlemakan hati menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan risiko fibrosis yang lebih rendah sekitar 35%.
Penelitian lain yang dilakukan Bravi dan rekan-rekannya menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan risiko penyakit hati, termasuk kanker hati. Widya mengingatkan temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar.
Hubungan yang ditemukan dalam penelitian juga tidak serta-merta membuktikan kopi secara langsung mencegah penyakit hati. Meski memiliki potensi manfaat, bukan berarti kopi boleh dikonsumsi secara berlebihan.
Widya menjelaskan, konsumsi kafein sekitar 300 hingga 400 miligram (mg) per hari, yang diperkirakan setara dengan 2 hingga 3 cangkir kopi, masih dapat ditoleransi oleh orang dewasa sehat. Namun, kandungan kafein dalam setiap cangkir dapat berbeda tergantung jenis kopi, ukuran sajian, dan cara penyeduhannya.
“Untuk sebagian besar orang dewasa sehat, FDA (Food and Drug Administration) menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari umumnya tidak memiliki efek negatif,” jelasnya.
Kendati demikian, konsumsi kopi perlu dibatasi bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti jantung berdebar, gangguan irama jantung, sulit tidur, mudah gelisah, gangguan asam lambung, hingga gastroesophageal reflux disease (GERD). Sementara itu, bagi ibu hamil, asupan kafein disarankan tidak melebihi 200 mg per hari. Jumlah tersebut mencakup seluruh sumber kafein, termasuk kopi, teh, dan cokelat.
Selain memperhatikan jumlah kafein, masyarakat juga perlu mewaspadai bahan tambahan dalam minuman kopi. Widya mengingatkan kopi yang dicampur banyak gula, sirup, krimer, atau susu tinggi kalori justru dapat meningkatkan asupan gula dan kalori harian secara signifikan.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, tambahan tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah metabolik, termasuk resistensi insulin. Sehingga, manfaat kopi bagi kesehatan hati tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan.















