• Latest
  • Trending
Pakar: Uban Bukan Tanda Tubuh Melawan Kanker

Pakar: Uban Bukan Tanda Tubuh Melawan Kanker

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pakar: Uban Bukan Tanda Tubuh Melawan Kanker

by Aspek
September 2, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Pakar: Uban Bukan Tanda Tubuh Melawan Kanker

 

ASPEK.ID, –  Uban atau rambut yang memutih umumnya mulai muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa, terutama pada usia 30 tahun ke atas. Uban juga dapat muncul lebih dini, termasuk pada anak muda seperti pelajar dan mahasiswa.

Kondisi ini kemudian memunculkan berbagai anggapan mengenai penyebab dan kaitan uban dengan kondisi tubuh. Salah satu anggapan yang belakangan beredar menyebutkan bahwa kemunculan uban bukan sekadar tanda penuaan, melainkan berkaitan dengan mekanisme alami tubuh dalam melawan kanker. Benarkah uban memiliki kaitan dengan mekanisme tubuh dalam melawan kanker?

BacaJuga

Survei BI: Aktivitas Bisnis RI Tetap Tumbuh, tapi Melambat

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

 

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed, mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Menurutnya, munculnya uban tidak berarti sistem imun sedang bekerja untuk melindungi tubuh dari kanker. Warna rambut juga tidak dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko kanker seseorang.

“Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” kata Yenny, dikutip dari laman IPB University, Jumat (28/8/2026).

Penjelasan tersebut berkaitan dengan temuan penelitian pada 2025 yang menunjukkan adanya hubungan antara kerusakan DNA pada sel punca melanosit dan dua kemungkinan kondisi, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang dapat berkembang menjadi kanker kulit melanoma.

Ia menjelaskan, warna rambut dihasilkan oleh melanosit, yakni sel yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di dalam folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca melanosit dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada di lokasi yang semestinya. Kondisi tersebut menyebabkan rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu.

“Warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut,” kata Yenny.

 

“Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada pada lokasi yang tepat. Akibatnya, rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu,” jelasnya.

 

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Harga Kopi Arabica Gayo Stabil

Pakar IPB:Rajin Minum Kopi Turunkan Risiko Penyakit Liver

  ASPEK.ID, BOGOR - Apakah pagi ini Anda sudah meneguk kopi tanpa pakai gula? Banyak faedah minum kopi. Hal ini...

Peduli Anak Kanker, Para Pelajar ini Gelar Patterns of Hope

ASPEK.ID, JAKARTA - Sekelompok pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Mentari School Jakarta menggelar ajang sosial dalam bentuk acara fashion show...

Gibran Bongkar Rahasia Tampil Moncer di Debat Cawapres

Gibran Diskusi dengan Pakar Jelang Debat Cawapres

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Erwin Aksa, mengatakan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka telah mempersiapkan diri untuk...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In