ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mencatat capaian pengurangan emisi yang sudah melampaui target tahunannya. Sepanjang semester I 2026, program dekarbonisasi Pertamina Group mencapai 118% dari target yang ditetapkan dalam RKAP 2026.
Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi Environmental, Social, and Governance (ESG) Pertamina yang mencakup pengurangan emisi, pengembangan bisnis rendah karbon, hingga penguatan tata kelola perusahaan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan dekarbonisasi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” ujar Baron dalam keterangan tertulis, Rabu, (23/9/2026).
Selain dekarbonisasi, lanjut Baron, Pertamina juga konsisten mengembangkan bisnis rendah karbon (Low Carbon Business) sebagai bagian dari implementasi ESG.
Sepanjang Januari-Juni 2026, kinerja bisnis rendah karbon Pertamina mencapai 101% atau di atas target RKAP 2026. Keberhasilan ini menunjukkan kinerja solid dalam mendorong inisiatif pengembangan energi rendah karbon.
“Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioethanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Baron.
Program ESG lainnya yang dijalankan Pertamina dari sustainable procurement, sustainability budget tagging, serta program pemberdayaan masyarakat juga menunjukkan kinerja positif. Secara keseluruhan kinerja dalam tata Kelola ini berhasil melampaui target mencapai 102 persen.
“Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan,” terang Baron.
Baron menegaskan, keberhasilan Pertamina dalam mengimplementasikan ESG secara terintegrasi telah mengokohkan kembali Pertamina sebagai perusahaan peringkat ESG nomor 1 dunia untuk Sub-Industri Integrated Oil and Gas.
Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), Pertamina memperoleh skor B untuk kategori perubahan iklim dan A- untuk keamanan air. Dari sisi tata kelola, Pertamina mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 sebesar 97,14 persen dengan kategori “Sangat Baik”.
“Berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan. Bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis,” kata Baron.
Pertamina turut mengembangkan biogasoline melalui pencampuran bioetanol sebesar lima persen pada bensin RON 95. Pada periode Januari hingga Juni 2026, realisasi penjualan biogasoline tercatat sebesar 23.280 KL.
















