ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah langsung untuk merespons polemik seputar keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah forum internasional yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah ini ditempuh di tengah munculnya kritik publik, terutama dari sebagian kalangan yang menilai keputusan tersebut berpotensi melemahkan posisi Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian Gaza, Palestina.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, Presiden Prabowo akan mempertegas tujuan, prinsip, serta kepentingan nasional yang melandasi keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan tersebut. Menurutnya, perbedaan pandangan yang berkembang saat ini lebih disebabkan oleh belum meratanya pemahaman publik terhadap arah kebijakan luar negeri pemerintah.
Untuk itu, Presiden Prabowo mengundang para tokoh dan pimpinan organisasi Islam ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2), guna memberikan penjelasan secara langsung dan terbuka mengenai posisi strategis Indonesia di Dewan Perdamaian.
“Memang kalau orang itu belum paham penjelasan dari bapak presiden, berpotensi untuk berbeda pendapat,” ujar Nasaruddin.
Menag menilai dinamika pro dan kontra di kalangan organisasi kemasyarakatan Islam merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Ia menegaskan bahwa sebagian penolakan muncul karena belum semua pihak memperoleh gambaran utuh mengenai maksud kebijakan luar negeri Presiden Prabowo, khususnya dalam konteks konflik Palestina.
Nasaruddin optimistis, setelah Presiden menyampaikan penjelasan secara komprehensif, publik akan lebih memahami bahwa langkah Indonesia di Dewan Perdamaian justru diarahkan untuk memperluas ruang diplomasi dan pengaruh dalam mendorong perdamaian global.
Dalam pertemuan dengan para tokoh agama, Presiden Prabowo juga disebut menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik, masukan, dan pengingat. Selain dialog substantif, presiden turut mengharapkan dukungan doa dari para pemimpin umat beragama agar peran Indonesia dalam isu-isu global berjalan sesuai nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Pimpinan agama juga memberikan semacam peringatan. Di samping itu, doa para pimpinan umat beragama sangat diharapkan karena masing-masing punya peran yang sangat baik. Saya kira ini sangat positif,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin mengungkapkan bahwa Kementerian Agama telah bergerak proaktif untuk menjembatani pemahaman publik, khususnya di lingkungan ormas Islam. Sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan arah politik luar negeri Presiden Prabowo yang tetap menempatkan perjuangan kemanusiaan Palestina sebagai prioritas.
Kemenag memanfaatkan jaringan 57 Universitas Islam Negeri (UIN) di seluruh Indonesia dengan menggelar seminar dan forum akademik. Kegiatan ini bertujuan menerjemahkan serta mengartikulasikan pernyataan Presiden Prabowo di berbagai forum internasional, dengan melibatkan pakar dari Amerika Serikat serta jurnalis senior asal Palestina.
Di sisi lain, Presiden Prabowo disebut rutin melakukan dialog intens dengan tokoh dan organisasi Islam. Forum-forum tersebut diposisikan sebagai ruang diskusi terbuka untuk membahas dinamika politik luar negeri, konflik global, serta peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. []
























