• Latest
  • Trending
Selama Covid, Pendapatan Twitter Meroket

Selama Covid, Pendapatan Twitter Meroket

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Selama Covid, Pendapatan Twitter Meroket

by Aspek
Juli 23, 2021
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, TEKNOLOGI
Selama Covid, Pendapatan Twitter Meroket

ASPEK.ID, JAKARTA –  Twitter Inc melaporkan ada pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan Wall Street. Pertumbuhan tersebut karena didorong oleh naiknya pendapatan iklan yang membantu mereka menjangkau calon pelanggan di platform media sosial tersebut.

Mengutip Reuters, Jumat (23/7/2021) pendapatan iklan mencapai US$1,05 miliar atau naik 87% dari periode sama tahun lalu. Angka tersebut mengalahkan perkiraan dari Wall Street yang sebesar US$ 909,9 juta.

Sejak awal 2021, Twitter telah berlomba memperkenalkan produk di area baru seperti ruang obrolan audio saja dan penerbitan buletin dalam upaya untuk membalikkan stagnasi bisnis selama bertahun-tahun dan mencapai tujuannya untuk menggandakan pendapatan tahunan pada tahun 2023.

BacaJuga

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Untuk mencapai target tersebut, Twitter meningkatkan efektivitas iklannya dengan memperkenalkan 2.500 kategori topik baru selama kuartal tersebut untuk membantu pengguna menemukan konten yang mereka minati, yang semuanya menyediakan lebih banyak data penargetan iklan kembali ke Twitter.

“Kami mendapat sinyal bagus tentang apa yang paling diminati orang, di mana mereka berada, atau tempat yang mereka pedulikan,” kata Chief Financial Officer Twitter Ned Segal disadur dari kontan.

Peningkatan itu membantu mendorong pendapatan iklan seiring dengan permintaan yang lebih tinggi dari pengiklan yang ingin menjangkau konsumen ketika negara-negara dibuka kembali dari pembatasan pandemi,.

Twitter melaporkan 206 juta pengguna aktif harian yang dapat dimonetisasi (mDAU), istilahnya untuk pengguna yang dilayani iklan, untuk kuartal kedua yang berakhir 30 Juni, sesuai dengan target analis 205,9 juta pengguna,

Basis pengguna AS turun 1 juta selama tiga bulan dari kuartal sebelumnya karena siklus berita yang lebih ringan di Amerika Serikat dengan total pengguna di seluruh dunia sejalan dengan target Wall Street. Total pendapatan, yang juga termasuk pendapatan yang diperoleh perusahaan dari lisensi data, naik 74% dari tahun ke tahun menjadi US$1,19 miliar, mengalahkan perkiraan analis sebesar $1,07 miliar.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco sekarang mengharapkan jumlah karyawan dan total biaya dan pengeluaran untuk tumbuh setidaknya 30% untuk setahun penuh, naik dari panduan sebelumnya sebesar 25%, karena berinvestasi dalam tim teknik dan produknya.

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Naik Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia

Pemerintah Singapura dan Malaysia melaporkan peningkatan jumlah kasus Covid-19 pada akhir November hingga awal Desember 2023. Merujuk laporan media asal...

Elon Musk Patok Rp 15 Ribu untuk Setiap Cuitan

Elon Musk Patok Rp 15 Ribu untuk Setiap Cuitan

 Elon Musk telah memulai rencananya untuk mengenakan biaya kepada pengguna X yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter untuk memposting konten ke...

Selama Covid, Pendapatan Twitter Meroket

Twitter Ubah Nama Jadi X

Pemilik Twitter, Elon Musk, telah meluncurkan logo X berwarna hitam putih baru untuk menggantikan burung biru sebagai lambang Twitter. Musk...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In