• Latest
  • Trending
Terusan Suez, Ide  Napoleon yang Persingkat Belanda ke Nusantara

Terusan Suez, Ide Napoleon yang Persingkat Belanda ke Nusantara

Baru 36,6 Persen, Realisasi Anggaran PEN Rp254,4 Triliun

Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 5,4% di 2026, Airlangga Akan Lakukan Ini

Masyarakat Sumatera Barat Mulai Nikmati B30

Bahlil Buka Opsi Stop Impor Bensin Mulai 2027

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Golkar Dorong Dico Ganinduto di Pilkada Jawa Tengah

RI Bakal Punya BUMN Baru Khusus Urusi Tekstil, Danantara Kucurkan Dana Rp 101 Triliun

Anak Usaha Pertamina ini Bakal Gelar RUPSLB, Agenda Perubahan Pengurus

Anak Usaha Pertamina ini Bakal Gelar RUPSLB, Agenda Perubahan Pengurus

Susunan Baru Komisaris dan Direksi Telkomsel

Telkom akan Pangkas 60 Lebih Anak Usaha

Miris, Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

Miris, Siswa di Sukabumi Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Putus Demi ke Sekolah

Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Gratis hingga 22 Januari

Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Gratis hingga 22 Januari

Pemda Wajib Anggarkan Belanja Penanganan Corona

Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugasnya

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

KPK Panggil Eks Kabag MPR Terkait Kasus Gratifikasi Rp 17 Miliar

KPK Panggil Eks Kabag MPR Terkait Kasus Gratifikasi Rp 17 Miliar

Purbaya: APBN 2025 Solid

Purbaya Mau Sikat Pemain Rokok Ilegal: Saya Hantam, Nggak Ada Ampun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Terusan Suez, Ide Napoleon yang Persingkat Belanda ke Nusantara

by Aspek
Maret 28, 2021
in EKONOMI
Terusan Suez, Ide  Napoleon yang Persingkat Belanda ke Nusantara

ASPEK.ID, JAKARTA – Terusan Suez mulai dibangun pada 1859. Ide pembangunan kanal itu dimulai ketika Jenderal Napoleon Bonaparte mendarat di luar Aleksandria pada 1798.

Bonaparte memboyong sebuah tim sarjana yang ditugaskan untuk mempelajari Mesir agar dapat dikeruk sumber kekayaan negeri ini. Para sarjana itu kemudian mengetahui adanya kanal-kanal kuno di wilayah Suez.

Mereka berencana menggalinya. Namun karena salah perhitungan, rencana tersebut mandek hingga beberapa dekade.

BacaJuga

Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 5,4% di 2026, Airlangga Akan Lakukan Ini

Bahlil Buka Opsi Stop Impor Bensin Mulai 2027

Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugasnya

Prabowo Siapkan 6 Proyek Baru Rp101,5 T, Mulai Dibangun Februari Ini

Purbaya: APBN 2025 Solid

Aturan Baru APBN 2026: Saldo Anggaran Lebih Kini Harus Lewat DPR

Advertisement. Scroll to continue reading.

30 tahun kemudian, Barthélemy Prosper Enfantin reformis sosial Prancis datang bersama sekelompok insinyur.

Enfantin dan para Saint-Simonian yang percaya pada industrialisasi dan sains sebagai penggerak peradaban menganggap bahwa dunia Barat dan Timur telah dipisahkan oleh tanah genting Suez (Isthmus of Suez). Terpisahnya dua dunia ini merupakan penyebab terhambatanya pertumbuhan peradaban.

“Begitu kanal menembus pasir dan lautan terhubung, energi Timur dan Barat akan mengalir bersama. Dunia akan menjadi utuh, dan peradaban akan berkembang,” tulis Zachary Karabell dalam Parting The Desert, The Creation of The Suez Canal dikutip dari historia.

Ide Prosper Enfanin dan para Saint-Simonian belakangan diambil oleh Ferdinand de Lesseps, seorang diplomat dan developer Prancis.

Lesseps mendapat dukungan dari Gubernur Mesir Muhammad Said Pasha (1854-1863) agar memberi izin membangun kanal dan penerusnya, Ismail Pasha (1863-1879).

Ferdinand de Lesseps adalah perancang Terusan Suez di wilayah Suez dan yang mendorong pembangunan Terusan Panama. Dia pendiri Suez Canal Company yang didukung oleh Napoleon III dan Ratu Eugenie

Pembangunan terusan itu melibatkan ribuan borjuis dari Prancis, Turki, Belanda, Austria dan Italia. Setelah persiapan dilakukan selama beberapa tahun, perusahaan Terusan Suez didirikan di Paris dan Aleksandria pada Januari 1859 dan pada tahun itu juga dimulai . konstruksi.

Awalnya pembangunan Terusan Suez memakai tenaga kerja paksa dari Afrika dengan jumlah sekitar 1,5 juta orang. Dan puluhan ribu pekerja meninggal karena wabah kolera, perselisihan perburuhan membuat pengerjaan konstruksi terhambat.

Pembangunan Terusan Suez lalu dipercepat dengan beberapa pekerja Eropa dan mesin penggali. Ferdinand de Lesseps dan dan Perusahaan Terusan Suez membuat sekop serta mesin keruk bertenaga uap dan batubara.

Kemajuan pesat proyek ini dalam dua tahun konstruksi. Konstruksi dimulai dari ujung paling utara Pelabuhan Said, yang penggaliannya memakan waktu 10 tahun.

Pada masa ini, terjadi pula konflik kepentingan dan perebutan kendali atas proyek antara Turki, Mesir, dan Prancis. Namun setelah mesin-mesin dan alat berat dibeli, kanal kembali digali pada musim panas 1864.

Terusan Suez diperkirakan selesai dalam enam tahun. Faktanya Laut Merah dan Laut Tengah baru terhubung setelah 10 tahun digali. Gubernur Mesir Ismail Pasha membuka Terusan Suez pada 17 November 1869.

Kapal pertama yang melintas adalah yacht Ratu Perancis Eugenie, L’Aigle. Namun HMS Newport menulis , kapal Angkatan Laut Inggris yang pertama masuk saat Terusan Suez dibuka. Peresmian ini dihadiri oleh istri Napoleon III, Ratu Perancis Eugene. Ferdinand de Lesseps meninggal pada 1894.

Ketika kanal permukaan laut pertama dibuka pada 1869, panjangnya 164 km dan kedalaman 8 meter dapat menampung kapal hingga sekitar 4.500 ton hingga kedalaman 6,7 meter.

Pada 1950-an jalur air tersebut secara substansial diperluas, diperdalam dan diperpanjang, mengikuti permintaan dari perusahaan pelayaran.

Saat dinasionalisasi oleh Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser pada 1956, panjangnya 175 km dan kedalaman 14m, dan dapat membawa kapal tanker dengan kapasitas sekitar 27.000 ton hingga kedalaman 10,7 meter.

Perluasan besar-besaran pada 2015 membuat panjang jalur air menjadi 193,3 km dan kedalamannya menjadi 24 meter.

Itu berarti kanal itu dapat menangani supertanker dengan kapasitas sekitar 217.000 ton, beberapa yang terbesar di dunia, yang mencapai kedalaman 20,1m di dalam air.

Pada 2019, sekitar 50 kapal menggunakan kanal tersebut setiap hari, dibandingkan dengan tiga kapal pada 1869. Lalu lintas diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2023, dengan sirkulasi dua arah juga mengurangi waktu tunggu.

Dengan adanya Terusan Suez yang lurus sepanjang 193 kilometer ini, kapal-kapal Eropa tidak perlu mengelilingi pesisir barat Afrika untuk bisa berlayar ke Asia. Dengan demikian, faedah Terusan Suez meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayaran internasional.

Kemudian, Terusan Suez berada di negara Mesir, manfaatnya bagi negara itu untuk meningkatkan kedudukan geopolitis di mata internasional. Mesir memperoleh pendapatan negara yang besar dari operasional Terusan Suez

Pada 1888, melalui Konvensi Konstantinopel, Terusan Suez ditetapkan status internasional. Terusan ini harus dibuka untuk semua negara dalam masa damai maupun perang.

Selain itu, juga ada larangan melakukan tindakan permusuhan dan membangun benteng di tepiannya.

Meski demikian, dalam krisis Suez 1956 Mesir melakukan penolakan pada kapal-kapal yang berdagang dengan Israel.

Pada masa ini, Perancis dan Inggris juga menduduki sebagian zona. Terusan baru dibuka kembali pada Januari 1957. Penutupan juga terjadi pada perang Arab-Israel (1967) dan baru dibuka bertahap sejak 1975.

Setelah Terusan Suez di buka pada 1869 atau 4 tahun sebelum perang Aceh, koneksi Eropa ke Asia semakin cepat. Jika sebelumnya memakan waktu empat bulan, kini lima minggu.

Sejak dibuka terusan Suez, maka pelayaran dari Eropa menuju Asia tak lagi melewati selatan (Selat Sunda), tetapi melewati Aden, Kolombo kemudian ke Selat Malaka. Di sinilah letak strategisnya Aceh.

Aceh jadi gerbang lalu lintas perdagangan dunia. Aceh sejak abad ke-16 hingga abad ke-19 dikenal sebagai produsen lada terbesar di dunia. Lada membuat uleebalang dan pemilik lahan tanaman lada menjadi kaya.

Keberadaan Terusan Suez menyebabkan lebih singkat ke Nusantara dan mempercepat pengiriman rempah-rempah dari Nusantara ke Belanda, ini memicu nafsu Belanda dari sebelumnya membeli rempah-rempah untuk menguasai sumbernya melalui konsep menguasai wilayah yang kaya sumber daya alam.

Komentar
Share138Tweet86SendShareShare24Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Ratusan Destinasi Wisata di Aceh Hancur Diterjang Banjir dan Longsor

Ratusan Destinasi Wisata di Aceh Hancur Diterjang Banjir dan Longsor

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 berdampak serius terhadap sektor pariwisata di...

20 Tahun Tsunami Aceh, Warga Selalu Ingat Bantuan Cepat AS

20 Tahun Tsunami Aceh, Warga Selalu Ingat Bantuan Cepat AS

Banda Aceh – Masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat atas dukungan yang diberikan...

Cegah Kebakaran Hutan, Mendagri Beri Instruksi ke Semua Kepala Daerah

Pj  Gubernur Babel Safrizal Jadi Pj Gubernur Aceh

Jakarta -  Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA yang juga Pj Gubernur Bangka Belitung ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Harga Emas Antam Hari ini Naik Lagi

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Tujuh Kampus Islam Negeri Kuasai Top 100 Webometrics 2026, ini Daftarnya

Tujuh Kampus Islam Negeri Kuasai Top 100 Webometrics 2026, ini Daftarnya

Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo akan Bangun Diseluruh Indonesia

Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Prabowo akan Bangun Diseluruh Indonesia

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Baru 36,6 Persen, Realisasi Anggaran PEN Rp254,4 Triliun

Ekonomi RI Ditarget Tumbuh 5,4% di 2026, Airlangga Akan Lakukan Ini

Masyarakat Sumatera Barat Mulai Nikmati B30

Bahlil Buka Opsi Stop Impor Bensin Mulai 2027

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Golkar Dorong Dico Ganinduto di Pilkada Jawa Tengah

RI Bakal Punya BUMN Baru Khusus Urusi Tekstil, Danantara Kucurkan Dana Rp 101 Triliun

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In