ASPEK.ID, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026 mulai memasuki tahapan realisasi pada minggu kedua Februari 2026.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, usai tindak lanjut hasil evaluasi APBA 2026 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Muhammad MTA mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRA telah merampungkan pembahasan serta penyesuaian terhadap hasil evaluasi Kemendagri.
“Pembahasan dan tindak lanjut hasil evaluasi APBA 2026 oleh Kemendagri telah selesai dilakukan bersama Banggar DPRA,” kata Muhammad MTA dalam keterangannya, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, berbagai rasionalisasi dan penyesuaian program dilakukan, terutama pada program-program yang berkaitan langsung dengan kondisi kebencanaan di Aceh. Penyesuaian tersebut, kata dia, dilakukan agar anggaran benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
“Rasionalisasi program difokuskan pada penanganan kebencanaan dan program yang berpihak pada kepentingan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad MTA menyebutkan bahwa mulai Selasa (3/2), seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) telah mulai melakukan input program ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) berdasarkan hasil penyesuaian tersebut.
“Proses input SIPD oleh SKPA dimulai hari ini dan insyaAllah dapat diselesaikan besok,” jelasnya.
Dengan selesainya tahapan tersebut, Pemerintah Aceh menargetkan realisasi APBA 2026 dapat dimulai pada minggu kedua Februari.
“Dengan demikian, APBA 2026 mulai minggu kedua Februari sudah memasuki tahapan realisasi,” tegas Muhammad MTA.
Ia juga memastikan bahwa seluruh tindak lanjut evaluasi Kemendagri dilakukan secara objektif dan berpihak kepada kepentingan rakyat Aceh.
“Kami memastikan penyesuaian APBA 2026 ini benar-benar berdasarkan kondisi faktual kebencanaan dan ditujukan untuk kepentingan rakyat Aceh yang lebih baik,” katanya.
Selain itu, Muhammad MTA menambahkan, Gubernur Aceh dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Aceh pascabencana.
“Gubernur selalu mengharapkan semua pihak menjaga persatuan demi Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana,” pungkasnya. []
























