• Latest
  • Trending
5 Fakta Negatif Minuman Bersoda

10 Makanan & Minuman Pemicu Kentut

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

Prabowo Usul Wisata Berkuda di 5 Destinasi Prioritas

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

Urus Sengketa Lahan, Hercules Datangi Kantor Kementerian ATR/BPN

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat

OJK Perkuat Stabilitas Keuangan dan Reformasi Pasar Modal

LRT Cibubur-Cawang Segera Uji Coba

Subsidi Transjakarta, MRT & LRT di Jakarta Habiskan Rp6,5 Triliun

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Eks Mendag Lufti: Perusahaan Berkantor di Singapura Terlibat Karhutla di RI

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

10 Makanan & Minuman Pemicu Kentut

by Aspek
Oktober 28, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
5 Fakta Negatif Minuman Bersoda

Colorful soda drinks macro shot.

Kentut terjadi karena bakteri  baik di usus membantu mencerna makanan yang sulit dipecah oleh tubuh. Bakteri ini menghasilkan gas dan biasanya terjadi ketika bakteri baik mencerna makanan di usus besar. 

Secara normal, seseorang dapat buang angin atau kentut rata-rata 14 hingga 23 kali sehari. Namun, ada sebagian orang buang angin lebih dari itu karena kondisi kesehatan usus ataupun dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsinya. 

BacaJuga

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Prabowo-Gibran, PDIP: Ekonomi Anjlok, Negara Sedang Tidak Baik-baik Saja

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

Melansir dari heatline.com pada Jumat (27/10/2023), ada 10 jenis makanan yang paling mempengaruhi seseorang untuk kentut secara terus menerus.

Berikut adalah 10 makanan menyebabkan kentut: 

1. Kacang

Ketika kamu memikirkan makanan yang menyebabkan gas, kacang-kacangan mungkin berada di daftar teratas. Kacang mengandung banyak rafinosa, yaitu gula kompleks yang sulit dicerna oleh tubuh.  Rafinosa melewati usus kecil ke usus besar di mana bakteri memecahnya, menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana, yang keluar melalui rektum.

2. Produk susu

Laktosa adalah gula yang ditemukan dalam susu dan sebagian besar produk susu, termasuk keju dan es krim. Orang yang tidak memproduksi cukup enzim laktase akan kesulitan mencerna laktosa, yang dikenal dengan intoleransi laktosa.  Peningkatan gas merupakan salah satu gejala intoleransi laktosa. Jika kamu mengalami intoleransi laktosa, kamu dapat mengurangi gejalanya dengan mencoba produk pengganti non-susu seperti susu almond atau produk “susu” kedelai, atau mengonsumsi tablet laktase sebelum mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa.

3. Biji-bijian utuh Biji-bijian utuh seperti gandum dan oat mengandung serat, rafinosa, dan pati. Semua ini dipecah oleh bakteri di usus besar, yang menyebabkan gas. Faktanya, beras adalah satu-satunya biji-bijian yang tidak menimbulkan gas.

4. Sayuran

Sayuran tertentu seperti kubis Brussel, brokoli, kubis, asparagus, dan kembang kol diketahui menyebabkan gas berlebih. Seperti kacang-kacangan, sayuran ini juga mengandung gula kompleks yaitu rafinosa.  Namun, ini adalah makanan yang sangat sehat, jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menghilangkannya dari diet.

5. Soda

Soda dan minuman berkarbonasi lainnya dapat menambah jumlah udara yang kamu telan secara signifikan. Saat udara masuk ke saluran pencernaan, udara harus segera keluar.  Hal ini menyebabkan bersendawa dan juga dapat meningkatkan jumlah gas yang dikeluarkan. Mengganti soda dengan jus, teh, atau air (tanpa karbonasi) dapat membantu mengurangi gas.

6. Buah-buahan 

Buah-buahan seperti apel, persik, pir, dan plum mengandung gula alkohol alami, sorbitol, yang sulit dicerna oleh tubuh. Banyak buah-buahan juga memiliki serat larut, yaitu jenis serat yang larut dalam air. Sorbitol dan serat larut juga harus melewati usus besar, tempat bakteri memecahnya untuk menghasilkan hidrogen, karbon dioksida, dan gas metana.

7. Permen yang Cukup Keras

Seperti minuman berkarbonasi, menghisap permen keras dapat menyebabkan kamu menelan lebih banyak udara. Banyak permen juga menggunakan sorbitol sebagai pemanis. Kedua faktor ini dapat berkontribusi terhadap gas ekstra.

8. Bawang Bawang mengandung gula alami yang disebut fruktosa. Seperti rafinosa dan sorbitol, fruktosa berkontribusi terhadap gas ketika bakteri di usus memecahnya.

9. Permen karet

Permen karet sepertinya bukan sumber gas, tapi mengunyahnya bisa membuat kamu menelan lebih banyak udara. Banyak permen karet bebas gula juga dimaniskan dengan gula alkohol yang lebih sulit dicerna, seperti sorbitol, manitol, dan xylitol.  Jika kamu sering bersendawa, dokter mungkin menyarankan kamu untuk berhenti mengunyah permen karet untuk mengurangi gas.

10. Makanan olahan Makanan olahan adalah barang yang dikemas, seperti roti, makanan ringan, sereal, dan saus salad. Ini mengandung berbagai bahan, termasuk fruktosa dan laktosa. Kombinasi ini dapat menyebabkan peningkatan gas.  Demikian dikutip dari bisnis indonesia.

Komentar
Share39Tweet25SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Makan Apel Cegah  Kanker  Lawan Diabetes

20 Makanan Menjaga Paru Tetap Sehat

Menjaga paru agar tetap baik, sangat penting bagi kesehatan. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kesehatan paru, termasuk paparan polusi udara, asap...

Makan Apel Cegah  Kanker  Lawan Diabetes

Penderita Diabetes Wajib Tahu 4 Buah Penurun Gula Darah

Buah penurun gula darah ini penting diketahui bagi penderita diabetes. Buah-buahan tersebut aman dikonsumsi dan bisa menjadi pilihan asupan sehat...

Makan Apel Cegah  Kanker  Lawan Diabetes

Makan Apel Cegah Kanker Lawan Diabetes

Berikut 5 manfaat kesehatan yang mengesankan dari buah apel, dilansir dari laman kesehatan Healthline pada Sabtu (7/1/2023). Bergizi Apel dinilai...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In