ASPEK.ID, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi yang membelit PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero), kini mulai memasuki babak baru.
Adalah mantan Direktur Utama PT Asabri (Persero) Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaja yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (1/2/2021).
Adam menjabat sebagai Dirut pada periode 2009-2014. Dia sendiri merupakan purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal alias bintang dua.
Jabatan terakhir alumnus Akademi Militer tahun 1972 itu adalah sebagai Asisten Operasi Kasum TNI. Adam sebelumnya juga pernah bertugas sebagai Panglima Kodam IX/Udayana pada tahun 1998-1999.
Selain itu dia juga pernah menjabat Kepala Staf Divif 1/Kostrad di Cilodong, dan Komandan Brigif Linud 3 di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sedangkan Sonny Widjaja juga purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal atau bintang tiga. Dia menjabat Dirut Asabri pada periode 2016-2020.
Sejak 2014 sampai 1 februari 2016 dia mengemban amanat sebagai Dansesko TNI. Sebelumnya dia pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi (2012), Koorsahli Kasad (2013) dan Asops Kasad (2014).
Baik adam dan Sonny sama-sama telah menjalani beberapa kali pemeriksaan. Selain mereka, ada 4 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka akan ditahan selama 20 hari mendatang.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa ada tujuh calon tersangka dalam kasus Asabri yang disebut-sebut merugikan negara sebesar Rp 22 triliun.
Burhanuddin juga mengungkapkan bahwa Kejagung telah menyita aset tersangka sebesar Rp 18 triliun. Kejagung masih terus menyelidiki aset-aset tersebut.
Kasus Asabri bermula dari saham-saham yang menjadi portofolio Asabri berguguran sepanjang 2019. Harga saham perusahaan-perusahaan tersebut turun mencapai lebih dari 90 persen pada tahun tersebut.
Hal ini menyebabkan kondisi kesehatan finansial Asabri turun seperti ditunjukkan oleh nilai risk based capital (RBC) -571,17 persen pada 2019. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meluncur hingga -643,49 persen pada 2020.















