ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam membangun hubungan dengan negara-negara di dunia.
Menurutnya, prinsip ini membuat Indonesia tidak menempatkan diri dalam blok kekuatan tertentu, sekaligus membuka ruang persahabatan dan kerja sama dengan berbagai negara.
“Jadi sikap Indonesia secara tradisi, pandangan kita terhadap hubungan internasional, bahwa kita selalu ingin bebas aktif. Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, dikutip Kamis (17/9/2026).
Prabowo menilai prinsip tersebut juga menjadi salah satu alasan dirinya memenuhi undangan dari berbagai negara. Ia menyebut telah beberapa kali melakukan kunjungan ke sejumlah negara, mulai dari Eropa, Asia, hingga kawasan Timur Tengah.
Prabowo menegaskan kunjungan-kunjungan tersebut tidak menunjukkan keberpihakan Indonesia kepada satu kekuatan tertentu.
Sebaliknya, kehadiran Indonesia di berbagai forum internasional merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang memiliki posisi penting di dunia, termasuk Rusia.
“Bahwa Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang. Tapi saya juga bisa dikatakan sangat sering ke Perancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang,” ujarnya.
Prabowo menuturkan selama mendapat undangan dan memiliki kesempatan untuk hadir, dirinya berupaya memenuhi undangan tersebut. Mengingat jika undangan datang dari negara yang memiliki peran strategis dalam percaturan internasional.
Prabowo juga menjelaskan alasan pentingnya Indonesia menjaga komunikasi dengan Rusia. Menurutnya, Rusia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, antara lain sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki wilayah yang luas, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.
“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan prinsip yang sama juga berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat maupun negara-negara lainnya.
Ia menilai memenuhi undangan negara sahabat merupakan bagian dari diplomasi yang menjaga komunikasi dan hubungan baik.
“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” ucapnya.
















